Suara.com - Sebuah surat dari seorang pria untuk istrinya viral di media sosial. Bukan tanpa alasan, surat ini berisi permintaan maaf dari sang pria dengan cara yang tidak biasa.
Diunggah melalui akun Instagram undercover.id, seorang pria menuliskan sebuah pesan untuk sang istri dan ditempelkan di dinding dapurnya.
Surat itu dibuat usai pasangan ini mengalami keributan. Sebelum sang suami pergi di pagi hari, ia menuliskan surat untuk sang istri. Isinya pun begitu romantis.
Dalam surat tersebut tertulis alasan mengapa pria tersebut tidak memberikan suratnya secara langsung. Hal itu ia lakukan karena ia tidak ingin membangunkan istrinya yang tengah tertidur lelap.
"Tadi mau bangunin nggak enak, tidurmu nyenyak," ujar sang pria.
Ia pun kemudian menuliskan urutan tingkat perasaannya saat marah kepada sang istri.
Awalnya, sang pria marah karena sang istri salah paham. Ia mengaku sang istri mengomel karena ia tidak menjawab panggilan dari sang istri.
"Masa karena aku kamu panggil nggak denger aja kamu ngomel," tuturnya.
Kemudian, urutan perasaan selanjutnya adalah sedih. Ia bersedih mengapa mereka harus bertengkar untuk hal-hal yang bersifat sepele.
Baca Juga: Disembunyikan Pakai Sambal, Wujud Asli Ayam Bakar Ini Bikin Publik Ikutan Syok
Selanjutnya, sang pria merasa menyesal. Perasaan itu muncul usai ia marah dan bersedih. Ia pun mengaku menyesal karena sempat memarahi sang istri di malam sebelumnya.
Diakhir surat, pria tersebut mengungkapkan rasa cintanya dengan kata-kata yang manis. Ia memohon kepada sang istri untuk menyudahi pertengkarannya.
Melihat tulisan tersebut, para warganet pun kagum dengan sikap sang pria. Bahkan ada beberapa dari mereka yang menginginkan jodoh seperti pria tersebut.
"Paket komplit banget," ujar warganet.
"Yess bgt, ini berlaku buat keduanya. Klo salah ya harus mau minta maaf dulu entah suami atau istri. Gausah gengsi atau saling salah2 in sih klo mau rumah tangga berkembang mah," tambah yang lain.
"Ngalahin ego diri sendiri tu kadang keliatannya susah emg, apalagi cowo yg jadi kepala keluarga btw salut bgt sama abangnya," tutur warganet.
Berita Terkait
-
Disembunyikan Pakai Sambal, Wujud Asli Ayam Bakar Ini Bikin Publik Ikutan Syok
-
Iseng Beli Masker Online 30 Ribuan, Wanita Tak Menyangka yang Datang Puluhan
-
Heboh Sikap Yuni Shara Izinkan Anaknya Nonton Film Porno, Tuai Kontroversi
-
Viral Bocah Ikuti Kelas Online dari Pinggir Jalan, Langsung Direspons Komisi Komunikasi
-
Video Bocah Salat Sambil Merokok Viral, Warganet: Entar Nangis
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
-
Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas
-
Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?
-
Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?
-
10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970