Suara.com - Korea Selatan mengumumkan wisatawan yang datang dari 17 negara, termasuk Indonesia, masih harus karantina selama 14 hari meskipun sudah divaksin covid-19.
Menyadur Yonhap Selasa (29/6/2021), selain Indonesia, wisatawan dari India, Pakistan, dan Filipina juga masih harus menjalani karantina wajib 14 hari kalau masuk Korsel.
Para wisatawan dari negara tersebut masih harus karantina meskipun telah divaksinasi Covid-19 menyusul kekhawatiran penyebaran varian Delta.
Pemerintah Korea Selatan sebelumnya mengumumkan rencana untuk mengizinkan tamu dari negara lain yang sudah divaksinasi tanpa harus menjalani karantina. Aturan tersebut hanya diperbolehkan untuk urusan bisnis, pendidikan dan kemanusiaan.
Namun, setelah pemeriksaan dilakukan, Korea Selatan memutuskan bahwa kedatangan dari 21 negara masih tetap harus menjalani karantina.
Negara tersebut termasuk Afrika Selatan dan Bangladesh masih perlu menjalani karantina, menurut Kantor Pusat Keamanan dan Manajemen Bencana Pusat.
Pada hari Senin, Korea Selatan mengkonfirmasi 267 kasus Covid-19 dari empat jenis baru varian yang mudah menyebar, termasuk 73 kasus varian Delta.
Jumlah kasus di Korea Selatan kini sudah mencapai 2.492 kasus dengan kasus varian Delta meningkat menjadi 263 kasus.
Sejak Mei, warga Korea Selatan yang telah divaksinasi dan tiba dari luar negeri dibebaskan dari karantina wajib selama 14 hari.
Baca Juga: Bahaya! Banyak Pejabat Ring Satu Banten Positif COVID-19, Termasuk Gubernurnya Sendiri
Namun, mereka perlu menjalani tes skrining Covid-19 dan tidak perlu dikarantina jika tidak ada gejala.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!