Suara.com - Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Malaysia berhasil merebut dua medali perak dalam International Roboticist Challenge 2021, yang digelar Robotics Learning (M) Sdn Bhd. Acara ini terselenggara berkat bekerja sama dengan Malaysia FIRST Global Challenge dan Malaysia VEX Robotics Competition, yang digelar secara daring pada 24 - 27 Juni 2021, diikuti 140 tim dari 24 negara di seluruh dunia.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Maruf, menyampaikan apresiasi kepada SIKK atas prestasi yang diraih.
“KBRI Kuala Lumpur mendukung dan mendorong SIKK, serta dua Sekolah Indonesia lain di Malaysia, yaitu Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) untuk berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan di Malaysia maupun internasional. Prestasi ini merupakan salah satu dari prestasi lain, yang selama ini rutin diraih ketiga sekolah ini, baik di bidang sains, olahraga, maupun seni,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah SIKK, Dadang Hermawan, menyampaikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi para siswa di tengah pandemi.
“SIKK merupakan satu-satunya kontingen dari Indonesia dalam kompetisi ini, dan pencapaian ini merupakan wujud upaya SIKK merealisasikan misi menjadi pusat keunggulan pendidikan dan kebudayaan di Asia Tenggara,” kata Dadang.
Kegiatan ini merupakan kompetisi robotik internasional pertama yang diikuti oleh SIKK, dengan mengirimkan tiga tim terbaik. SIKK meraih posisi kedua (perak) pada cabang lomba Mobile Robot CAD Challenge, yang diikuti Fauzan Hafiz, dan Alfian Sufilza, serta pada cabang STEM-Robotics Pitch Challenge, yang diikuti Jowie Jonathan Babo.
Untuk mendorong prestasi para siswa, kata Dadang, pihaknya membentuk divisi prestasi untuk menggenjot program-program unggulan. Hal ini dilakukan sebagai wujud pengembangan minat dan potensi peserta didik, agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
SIKK mengirimkan tiga tim dalam ajang ini, yaitu Ahmad Ryzki dan M. Khoirul Izzan JF untuk kategori Virtual Robot Programming Challenge (usia 13-15 tahun), Alfian Sulfiza dan Fauzan Hafiz untuk kategori Mobile Robot CAD Challenge (usia 16-17 tahun), serta Jowie Jonathan Babo untuk kategori STEM-Robotics Pitch Challenge (usia 16-17 tahun).
Kontestan Fauzan Hafiz dan Alfian Sufilza yang bertanding di kategori Mobile Robot CAD Challenge, menampilkan karya mereka berupa Pince Beetle. Keduanya merupakan peserta didik jenjang SMA dan SMK.
Baca Juga: Pandemi Makin Ganas, Kemendikbudristek: Buka Sekolah Tetap Izin Satgas Covid-19
Robot tersebut terinspirasi oleh serangga kumbang japit dan didesain untuk mampu menggapai serta memindahkan suatu obyek ke tempat yang lebih tinggi.
“Mengikuti aturan perlombaan, robot tersebut menggunakan perangkat lunak SnapCad untuk menggerakkan lengan robot yang dilengkapi dengan penjepit yang bisa mengambil serta memindahkan obyek. Robot juga dilengkapi roda karet sehingga mampu bergerak ke segala arah,” jelas Dadang.
Mobile Robot CAD Challenge merupakan cabang lomba yang mengharuskan peserta mendesain robot seluler virtual dengan mengikuti spesifikasi yang diberikan menggunakan perangkat lunak SnapCAD. Untuk menyelesaikan tantangan, peserta harus menyerahkan dokumen perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD) kepada penyelenggara sebelum batas waktu berakhir, lalu mempresentasikan Robot Seluler CAD yang dibuat.
Sedangkan dalam cabang lomba STEM-Robotics Pitch Challenge, Jowie Jonathan Bobo, peserta didik jenjang SMA, mengambil tema “Application of Robotics Invention for Smart Community”. Dalam kategori ini, peserta diminta untuk mempresentasikan ide dalam bentuk pidato singkat terkait dengan peran robot dalam membantu kehidupan.
“Ide Bobo adalah mengkombinasikan Robot Pepper dengan G-Nose dalam rangka mengurangi risiko para petugas kesehatan dari Covid-19. Alat G-Nose dimodifikasi sehingga bisa dipasang pada robot yang selanjutnya bertugas untuk mengambil sampel nafas sekaligus melakukan pengujian. Dengan robot tersebut, petugas tidak perlu berinteraksi dengan orang untuk proses pengujian,” jelas Dadang.
Sementara itu, Virtual Robot Programming Challenge merupakan salah satu cabang lomba dengan tantangan setiap peserta harus menyelesaikan misi di taman bermain virtual dengan memprogram robot menggunakan program blok berbasis web (disk transport) kemudian hasil tugasnya dikirimkan kepada panitia berupa vrblock file dan flowchart/ pseudo code ke penyelenggara.
Berita Terkait
-
Kemendikbudristek Gelar Diskusi Bertajuk Masa Pandemi, Masanya Tingkatkan Kompetensi
-
Kesiapan Sekolah dan Kondisi Daerah Jadi Faktor Utama Terlaksananya PTM Terbatas
-
Kemendikbudristek Sebut PTM Terbatas Bersifat Dinamis
-
Kemendikbudristek Salurkan 50 Tenda untuk Bantu Rumah Sakit di Jakarta
-
Kemendibudristek Gandeng Twitter Tingkatkan Literasi di Jenjang SMP
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Teriakan di Gang 10: Teka-teki Keracunan Satu Keluarga di Warakas, Bunuh Diri atau Pembunuhan?
-
Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara
-
Prabowo Geleng-gelang Kepala: Bolak-balik Orang Datang Mau Nyogok Saya
-
Pemprov DKI Kucurkan Rp100 M, Sulap Wajah Rasuna Said Usai Tiang Monorel Lenyap
-
Mentan Keseleo Lidah, Sebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bukan KDM, Langsung Istighfar dan Minta Maaf
-
Balita 4 Tahun Kena Peluru Nyasar Tawuran di Medan, KemenPPPA: Ini Ancaman Nyata Bagi Anak
-
Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno
-
Gunung Sampah Kembali Muncul di Tangsel, Ini 6 Fakta Terbarunya
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM Dunia, DPR: Ini Tanggung Jawab Moral, Beri Contoh Dulu di Dalam Negeri
-
Kubu Laras Sebut Jaksa Berkhotbah Moral, Gagal Paham Feminist Legal Theory dan Unsur Mens Rea