- Pemprov DKI Jakarta akan menata ulang Jalan Rasuna Said dengan membongkar 98 tiang monorel terbengkalai.
- Penataan ini bertujuan menyelaraskan estetika sisi timur jalan agar serupa dengan sisi barat yang sudah rapi.
- Proyek senilai ratusan miliar rupiah ini didanai APBD dan pengerjaannya diprioritaskan malam hari selama tiga sampai empat bulan.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap mengubah total wajah Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, seiring dengan rencana pembongkaran tiang monorel yang selama ini terbengkalai.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengungkapkan bahwa penataan ini bertujuan untuk menyelaraskan estetika sisi timur jalan dengan sisi barat yang sudah terlebih dahulu rapi.
"Sama dengan sisi baratnya. Rasuna Said sisi barat kan sudah selesai tuh, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kami rapikan jalannya yang sisi timur. Jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kami tata," ujar Heru kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Dalam skema penataan baru ini, pembatas yang memisahkan jalur cepat dan jalur lambat di ruas jalan protokol tersebut akan dihilangkan sepenuhnya.
"Sama seperti di sisi baratnya. Di mana ada satu jalur busway, tiga jalur reguler," tutur Heru.
Heru mencatat setidaknya terdapat 98 tiang beton monorel yang kini masih berdiri kokoh dan akan segera dieksekusi pembongkarannya.
Proyek untuk memulihkan fungsi jalan dan trotoar ini diperkirakan menelan biaya yang cukup fantastis mencapai ratusan miliar rupiah.
"Totalnya semua sekitar 100 (miliar)," kata Heru, memproyeksi besaran anggaran yang dibutuhkan.
Seluruh pendanaan proyek penataan infrastruktur dipastikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun anggaran ini.
Baca Juga: Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
"Karena kan itu (jalan-trotoar) aset kami. Jadi semuanya kami tata pakai APBD," jelas Heru.
Untuk tahap awal pembongkaran, Dinas Bina Marga akan menerjunkan personel 'pasukan kuning' atau Satuan Tugas (Satgas) internal guna mengeksekusi struktur beton tersebut.
Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk merobohkan seluruh tiang di sepanjang Jalan Rasuna Said tersebut diprediksi memakan waktu sekitar tiga sampai empat bulan.
"Ya taruh lah kalau satu tiang satu hari, kamu hitung saja. Kira-kira seperti itu. Diawali oleh kami yang bongkar," ungkap Heru.
Proses pengerjaan di lapangan akan diprioritaskan pada waktu malam hari guna meminimalisir gangguan arus lalu lintas di kawasan pusat bisnis tersebut.
"Jadi, kami tidak menutup jalan," tegas Heru.
Berita Terkait
-
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
-
Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan Mulai Dibongkar Bulan Ini
-
Surati Adhi Karya, Pramono Minta Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar Dalam Sebulan
-
Ultimatum Gubernur Pramono: Bongkar Tiang Monorel Mangkrak atau Pemprov DKI Turun Tangan!
-
Nasib Perobohan Tiang Monorel Masih Tunggu Perumusan Skema
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek