Suara.com - Dua orang di Republik Dominika tewas pada Sabtu (3/7), ketika sebuah tembok runtuh akibat angin kencang yang dibawa oleh Badai Elsa, kata para pejabat, meskipun badai tropis itu melambat saat melewati antara Haiti dan Jamaika.
Dua kematian itu terjadi di provinsi Bahoruco barat daya, menurut direktur pusat operasi darurat Republik Dominika. Beberapa banjir juga dilaporkan di provinsi San Cristobal, mendorong sekitar 100 evakuasi, sementara gelombang setinggi 12 hingga 14 kaki (356 cm hingga 427 cm) menyapu puing-puing ke pantai di ibu kota Santo Domingo.
Elsa menimbulkan angin berkelanjutan maksimum pada 70 mil per jam (110 kph), tetapi melambat saat melewati antara Haiti dan Jamaika, kata Pusat Badai Nasional AS (NHC). Elsa telah diturunkan ke badai tropis dari topan, yang didefinisikan memiliki angin setidaknya 75 mph (121 kph).
Elsa yang melemah diperkirakan akan bergerak di dekat semenanjung barat daya Haiti pada Sabtu malam sebelum menuju Jamaika dan sebagian Kuba timur pada Minggu, kata NHC. Sebuah pesawat pengintai sedang dalam perjalanan untuk menyelidiki badai tersebut.
Elsa diperkirakan akan bergerak melintasi Kuba tengah dan barat dan menuju Selat Florida pada Senin, sebelum bergerak mendekati atau melewati sebagian pantai barat Florida pada Selasa.
Di gedung kondominium yang runtuh di Surfside, Florida, pejabat darurat mengatakan sisa struktur yang tidak stabil dapat dihancurkan Minggu sebelum kemungkinan kedatangan Elsa pada Senin.
Sabtu pagi, pejabat Dominika mengevakuasi orang-orang yang tinggal di dekat sungai dan anak sungai di pesisir provinsi Barahona karena diperkirakan akan terjadi banjir besar. Haiti, yang menderita 31 kematian dalam Badai Laura pada Agustus, belum memerintahkan evakuasi.
Peringatan badai tropis tetap berlaku di beberapa bagian Haiti, dan di provinsi timur Kuba, Jamaika.
NHC mengumumkan penjagaan badai tropis untuk Florida Keys, dari Craig Key ke barat hingga Dry Tortugas.
Baca Juga: Mengeluh Tentang Cuaca di Kuwait, Pria Ini Ditangkap Polisi
Kecepatan maju Elsa diperkirakan akan berkurang. Pelemahan bertahap diperkirakan terjadi Minggu malam dan Senin dengan Elsa dekat atau di atas Kuba, kata NHC.
Jutaan orang Kuba mencoba bersiap menghadapi hujan lebat dan banjir di tengah lonjakan infeksi virus corona, dengan kasus mencapai rekor 3.500 pada Jumat.
"Bayangkan, hidup kita dalam bahaya selama lebih dari satu setengah tahun karena virus corona dan sekarang badai datang," Esther Garcia, seorang ibu rumah tangga di Santiago de Cuba timur, mengatakan melalui telepon.
Peternak memindahkan ternak ke tempat yang lebih tinggi, petani memanen tanaman apa yang mereka bisa, penduduk kota mencari makanan dan penduduk di hilir dari waduk dan sungai bersiap untuk mengungsi, menurut laporan media setempat. Badai pada Jumat menghancurkan atap rumah, menumbangkan pohon dan memicu banjir di Barbados. Kemudian menghantam St. Vincent dengan hujan lebat dan angin dengan kecepatan 85 mph (140 kph), yang menghancurkan tanaman pisang.
Gelombang badai Elsa diperkirakan akan menaikkan ketinggian air sebanyak 1 hingga 5 kaki (30 hingga 152 cm) di atas normal di beberapa daerah. Di bagian selatan Hispaniola dan Jamaika, curah hujan 4 hingga 8 inci diperkirakan terjadi Sabtu hingga Minggu, kata NHC. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Mengeluh Tentang Cuaca di Kuwait, Pria Ini Ditangkap Polisi
-
Astronom Temukan Badai Lubang Hitam Supermasif Paling Awal di Semesta
-
Sehabis Badai
-
Cirebon Badai COVID-19, Sehari Ada 150 Orang Positif COVID-19, Banjir Zona Merah
-
2 Hari Kedepan, Siklon Tropis Choi-Wan Bisa Picu Ombak Laut Tinggi di Indonesia
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
-
Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB
-
Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk
-
Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito
-
Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang