Suara.com - Pemerintah mulai memberikan vaksin covid-19 merek Sinovac untuk anak dengan rentang usia 12-17 tahun, seiring terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Lalu, bagaimana vaksinasi anak di bawah usia 12 tahun? Terkait hal itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir memberi jawaban.
Honesti mengatakan, untuk vaksinasi anak usia 3 sampai 12 tahun hingga kekinian masih menunggu hasil uji klinis.
"Kami masih menunggu uji klinis di beberapa negara pengguna jenis vaksin yang sama dengan Indonesia. Seandainya data klinis sudah cukup, maka segera diserahkan ke BPOM untuk mendapatkan tambahan," kata Honesti dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR secara daring, Rabu (7/7/2021).
Kekinian, ia berharap vaksin yang sudah mendapat izin disuntikkan terhadap anak usia 12-17 tahun dapat memproteksi mereka dari covid-19. Ia berujar vaksinasi anak juga sudah mulai dijalankan di beberapa wilayah.
"Untuk di beberapa daerah, pemerintah sudah mulai melakukan vaksinasi," kata Honesti.
Vaksinasi anak
Pemerintah Indonesia segera melakukan vaksinasi covid-19 bagi anak-anak berusia 12-17 tahun.
Hal tersebut dipastikan seiring terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization dari BPOM untuk vaksin Sinovac.
Baca Juga: KPAI: Belum Ada Penolakan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 28 Juni 2021.
"Kita bersyukur, BPOM telah mengeluarkan ijin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac, yang dinyatakan aman digunakan anak usia 12 sampai 17 Tahun. Vaksinasi untuk anak-anak usia tersebut bisa segera dimulai," ujar Presiden Jokowi.
Program vaksinasi covid-19 nasional sendiri telah mencapai angka 1,3 juta suntikan per hari, Sabtu 26 Juni lalu.
Capaian ini lebih cepat dari target yang ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah, yakni 1 juta suntikan per hari mulai Juli.
"Hal ini tercapai berkat kerja keras dan gotong royong semua pihak, terutama Kementerian Kesehatan, TNI-Polri, pemda, BUMN, dan pihak swasta yang turut membantu, serta masyarakat yang bersedia divaksin," jelas presiden.
Meskipun capaian 1 juta vaksinasi per hari telah tercapai, Jokowi meminta semua pihak tetap bekerja keras agar target vaksinasi sehari bisa dilipatgandakan.
Berita Terkait
-
KPAI: Belum Ada Penolakan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak
-
Bio Farma Targetkan Penggunaan Darurat Vaksin Merah Putih pada Maret 2022
-
Dirut Bio Farma Jamin Ketersediaan Vaksin Berlimpah
-
Vaksin Satu dan Dua Masih Jauh dari Target, Bio Farma: Boro-boro Ngomong Vaksin Ketiga
-
Ini Lokasi dan Syarat Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun di Medan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara