Suara.com - Sedikitnya 19 mayat ditemukan diduga sebagai penumpang pesawat Antonov AN-26 yang hilang kontak pada Selasa (6/7) dan dinyatakan jatuh.
Menyadur Sky News Kamis (8/7/2021) semua korban tersebut ditemukan setelah operasi pencarian dimulai pada Selasa malam waktu setempat.
Pesawat Antonov An-26 yang membawa 28 orang jatuh pada hari Selasa sekitar 5 km dari landasan kota Palana di wilayah Kamchatka, Rusia.
Pesawat itu sempat tidak melakukan kontak dan akhirnya menghilang dari radar. Pesawat tersebut terbang dari kota Petropavlovsk-Kamchatskiy menuju kota Palana.
Sehari setelah hilang kontak, pihak berwenang kemudian menemukan puing-puing pesawat di sepanjang pantai tak jauh dari landasan pacu kota Palana.
Operasi pencarian dan penyelamatan sempat dihentikan hingga Rabu pagi karena lokasi kecelakaan sulit dijangkau di malam hari.
Kementerian darurat di Rusia mengatakan 19 korban telah ditemukan sejauh ini, dan salah satunya telah diidentifikasi.
Media Rusia melaporkan pada hari Selasa bahwa tidak satu pun dari enam anggota awak atau 22 penumpang di dalamnya selamat.
Setelah kecelakaan itu, pihak berwenang Kamchatka mengumumkan tiga hari berkabung.
Baca Juga: Rusia Tangkap Seorang Pria Diduga Jadi Mata-mata China
Presiden Vladimir Putin pada Rabu pagi waktu setempat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban pesawat Antonov An-26.
Pejabat juga mengumumkan akan memberikan bantuan kepada keluarga korban lebih dari 3,5 juta rubel atau sekitar Rp 679 juta lebih.
Pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut. Mereka melihat ada tiga kemungkinan penyebab kecelakaan yakni cuaca buruk, kerusakan pesawat, atau kesalahan pilot.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!
-
Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?
-
Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain
-
Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo
-
John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!
-
Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos
-
Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela
-
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar