Sisi lain yang membuat China menonjol adalah tidak adanya intervensi ideologis dalam kebijakan luar negerinya terkait konflik Israel-Palestina.
Di China jarang ada aktivis atau organisasi yang menggunakan kekuatan dan pengaruh mereka untuk menggagalkan upaya perdamaian. Kehadiran mereka menghalangi pembuat kebijakan untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakan yang melanggar hukum internasional dan menggagalkan upaya perdamaian, terutama melanjutkan pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina.
Meski dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang membela kepentingan Israel di kalangan akademisi China untuk mempengaruhi opini publik di China namun inisiatif semacam itu tidak akan membuahkan hasil nyata dalam waktu dekat.
Sementara itu, China tidak harus berurusan dengan organisasi independen yang berusaha menghalangi tujuan kebijakan luar negerinya atau dengan kelompok yang mampu mempengaruhi opini publik dalam mengambil inisiatif perdamaian.
Pengaruh ekonomi yang kuat
China adalah kekuatan ekonomi global. Tahun ini saja ekonomi China tumbuh rekor 18,3% pada kuartal pertama 2021 dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Ini adalah rekor pertumbuhan tertinggi sejak 1992.
China adalah negara manufaktur dan pengekspor barang terbesar di dunia dan juga merupakan pasar konsumen dengan pertumbuhan tertinggi di dunia. Tidak hanya itu, China juga adalah importir barang dan pengimpor produk jasa terbesar.
China telah secara signifikan meningkatkan jejak ekonominya di Timur Tengah dalam dekade terakhir dengan menjadi mitra dagang terbesar dan investor eksternal bagi banyak negara di kawasan ini.
Tiongkok adalah mitra dagang terbesar kedua Israel secara global dan mitra dagang terbesar di Asia Timur.
Baca Juga: Bijak Melihat Konflik Israel Palestina dari Berbagai Perspektif
Pengaruh ekonomi yang kuat di kawasan Timur Tengah dapat memberi China kekuatan untuk secara efektif menekan kedua belah pihak agar bergerak menyelesaikan konflik ini.
Stabilitas kepemimpinan
Aspek lain yang mungkin mendorong peran kunci China dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina adalah stabilitas kepemimpinan dalam pemerintahannya.
Xi Jinping diprediksi akan menjadi pemimpin Cina seumur hidup. Ini sangat kontras dengan upaya Amerika dalam menangani masalah Arab-Israel, yang selalu berubah begitu pemerintahan baru terbentuk.
Sejarah menunjukkan hal ini.
Upaya mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton untuk mendorong diskusi pembicaraan antara Israel dan Palestina selama minggu-minggu terakhir kekuasaannya menjadi percuma karena pendekatan yang berbeda yang dipakai oleh penggantinya George W. Bush.
Demikian pula, Presiden Bush mengambil proses perdamaian Arab-Israel dalam masa jabatan keduanya hanya untuk melihat Presiden Barack Obama menggantinya dengan keinginannya untuk merangkul negara-negara Arab.
Pola yang sama juga terlihat dalam pemerintahan Donald Trump. Dengan Tiongkok sebagai penengah, kita tidak perlu lagi menekan tombol reset pada setiap pergantian pemerintahan.
Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.
Berita Terkait
-
Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?
-
Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming
-
Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang
-
Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90
-
Ulasan Drama Glaze of Love, Kisah Cinta Dua Introver di Ruang Restorasi Kuno
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi