- Sebanyak 88.519 pekerja ter-PHK dan terklasifikasi JKP selama Januari–Desember 2025 berdasarkan data Kemnaker.
- Jawa Barat mencatatkan kasus PHK tertinggi periode 2025, mencapai 18.815 orang atau 21,26 persen secara nasional.
- Lima besar provinsi dengan korban PHK terbanyak 2025 meliputi Jabar, Jateng, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.
Suara.com - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih menjadi awan mendung bagi ketenagakerjaan di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari situs satudata.kemnaker.go.id, tercatat sebanyak 88.519 tenaga kerja terpaksa kehilangan pekerjaan dan terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) selama periode Januari hingga Desember 2025.
Provinsi Jawa Barat mencatatkan angka tertinggi dengan menyumbang sekitar 21,26 persen dari total kasus PHK yang dilaporkan secara nasional.
“Pada periode Januari s.d. Desember 2025 terdapat 88.519 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP. Tenaga kerja ter-PHK paling banyak pada periode ini terdapat di Provinsi Jawa Barat, yaitu sekitar 21,26 persen dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan,” dikutip dari Satudata Kemnaker, Rabu (14/1/2026).
Berikut adalah daftar lima provinsi dengan jumlah korban PHK terbanyak sepanjang tahun 2025:
1. Jawa Barat
Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah korban PHK tertinggi di Indonesia sepanjang 2025, yakni mencapai 18.815 orang atau setara 21,26 persen dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan.
Provinsi ini menjadi penyumbang PHK terbanyak dalam sejumlah periode, antara lain Januari–Juli, Januari–Agustus, Januari–September, Januari–Oktober, hingga Januari–November. Sepanjang 2025, Jawa Barat secara konsisten menempati posisi lima teratas dalam jumlah PHK hampir setiap bulan.
Pada 2024, Jawa Barat mencatat jumlah korban PHK sebanyak 10.661 orang. Data tersebut menunjukkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan kenaikan korban PHK tertinggi pada 2025, yakni bertambah 8.154 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
2. Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat kedua dengan total korban PHK mencapai 14.700 orang. Lonjakan PHK di provinsi ini terutama terjadi pada awal 2025, khususnya pada periode Januari hingga Februari.
Baca Juga: Apa Pekerjaan Roby Tremonti? Diduga Ingin Sewa Buzzer Tapi Bayarnya Pakai 'Take and Give'
Peningkatan tersebut dipicu oleh kasus pailit perusahaan tekstil di wilayah ini, termasuk PHK yang berasal dari Grup Sritex setelah perusahaan tekstil tersebut dinyatakan bangkrut. Angka ini juga menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 13.130 orang.
3. Banten
Provinsi Banten berada di urutan ketiga dengan total 10.376 orang yang terkena PHK. Meski mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang mencatat 13.042 korban PHK, jumlah tersebut masih tergolong tinggi dan membuat Banten tetap bertahan di peringkat ketiga.
4. DKI Jakarta
Ibu kota yang pada tahun 2024 sempat menduduki peringkat pertama dengan 17.085 korban PHK, kini turun ke posisi keempat. Meski demikian, angka PHK di Jakarta masih cukup mengkhawatirkan dengan total 6.311 orang. Sektor jasa, perdagangan, serta perusahaan teknologi atau startup menjadi penyumbang terbesar di wilayah ini.
5. Jawa Timur
Berita Terkait
-
Apa Pekerjaan Roby Tremonti? Diduga Ingin Sewa Buzzer Tapi Bayarnya Pakai 'Take and Give'
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi
-
Perlancar Distribusi Bantuan, Kementerian PU Buka Fungsional Tol SigliBanda Aceh 24 Jam
-
Romantisasi UMKM: Negara yang Absen, Warga yang Dipaksa Adaptif
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah
-
Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Maut di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka
-
Gagal Salip Bus dari Kiri, Pemotor Tewas Hantam Separator Jalur TransJakarta Kampung Melayu
-
Kecelakaan TransJakarta di Gunung Sahari: Pemotor Tewas Usai Nekat Terobos Jalur Busway