Suara.com - Sebuah unggahan memperlihatkan curhatan seorang warga yang mengaku merasa terganggu perbuatan dengan tingkah ibu RT di lingkungannya.
Curhatan tersebut dibagikan oleh akun Instagram @igtainmenttt, Minggu (11/7/2021).
Dalam unggahan tersebut, seorang warganet menceritakan pengalamannya.
Dirinya merasa terganggu dengan hobi tetangganya yang sering kali karaoke di rumah.
Menurutnya, hal tersebut mengganggu warga lantaran suara speaker yang terlalu keras.
Ia pun mengaku tidak bisa menegur karena apabila ditegur justru balik disangka iri hati.
Terlalu Berisik
Dalam curhatan tersebut, warganet itu tampak menceritakan tetangganya yang merupakan ibu RT di lingkungannya.
Ibu RT tersebut bernyanyi di rumah setiap hari. Menurutnya, suaranya tidak cukup bagus.
Baca Juga: Pura-Pura Hamil, Cara Wanita Ini Selundupkan Bagasi ke Pesawat Jadi Sorotan
"Aku punya tetangga, yang setiap hari hobbynya karaoke, suaranya nggak bagus pula, setiap hari bisa 2-3 kali nyanyinya, nggak pandang pagi, siang, sore sampai maghrib," curhatnya, dikutip Suara.com.
Lebih lanjut, Ibu RT tersebut menggunakan speaker yang dianggap warga terlalu keras.
"Speakernya pakai yang gede, kayak acara pengantin, rumahnya yang rumah panggung kayu nggak kedap suara, kan ganggu banget min," lanjutnya.
Dia mengaku tidak bisa mengeur ibu RT di lingkungannya.
Hal tersebut lantaran ibu RT justru mengira warga iri saat menegurnya.
"Tapi nggak bisa negur, soalnya mereka tipikal kalau ditegur, suka ngatain kita iri hati sama mereka, mana dia juga ibu RT lingkungan sini, bagusnya gimana ya biar ibunya sadar sudah ganggu semua tetangganya?" ujarnya.
Komentar Warganet
Unggahan tersebut pun mendapatkan respon dari warganet.
"Ngapain yang begitu dijadiin RT," balas warganet.
"Kirain tetangga saya doang yang suka begitu," timpal warganet lain.
"Matikan aliran listriknya," komentar warganet.
"Kebangetan sih, tetangga gue juga suka karaokean, tapi tahu batas waktu kalau maghrib atau azan mereka berhenti," kata warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Tukang Tambal Ban Online Bikin Heboh Publik, Begini Kelanjutan Videonya
-
Pura-Pura Hamil, Cara Wanita Ini Selundupkan Bagasi ke Pesawat Jadi Sorotan
-
Viral Pasangan Lakukan Pemotretan Prewedding Bak Anak SD, Ini Kisah di Baliknya
-
Begini Realisasi Jika Tambal Ban Online Diterapkan saat PPKM Darurat, Bikin Ngakak!
-
Curhat Istri 6 Tahun Hidup Bareng Mertua, Sering Menangis sampai Berat Badan Turun
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak