Suara.com - Pemerintah Prancis memutuskan untuk mencabut status asosiasi keagamaan dari kelompok yang mengelola sebuah masjid di sebuah komune yang terletak di pinggiran timur Paris. Alasan pencabutan itu adalah “mengganggu ketertiban umum.”
Di antara alasan yang dikutip oleh otoritas Prancis adalah bahwa seorang imam masjid di Noisy-le-Grand mengungkapkan bahwa “orang Prancis terdiri dari orang-orang kafir.”
Mereka juga menuduh Enis Chabchoub, presiden Asosiasi Muslim Noisy-le-Grand, mendukung BarakaCity, sebuah organisasi bantuan kemanusiaan terlarang di Prancis, di media sosial.
Menolak tuduhan itu, manajemen asosiasi tersebut membawa masalah itu ke Pengadilan Tata Usaha Montreuil.
Sementara pengadilan menolak klaim terhadap imam karena kurangnya bukti, pengadilan juga menolak permintaan kelompok tersebut agar statusnya dipulihkan.
Vincent Brengarth dan William Bourdon, pengacara asosiasi, menolak "keputusan sewenang-wenang" oleh otoritas Prancis dan mengatakan mereka akan mengajukan banding. (Sumber: Kantor Berita Anadolu)
Berita Terkait
-
Google Didenda Rp 8,5 Triliun Karena Gagal Bernegosiasi dengan Perusahaan Media Prancis
-
Viral Aksi Bule Prancis Angkut 1,6 Ton Sampah di Gunung Rinjani
-
Potret Warga Prancis yang Kini Sudah Lepas Masker
-
Pria Indonesia Diantar Istri Bule Salat di Masjid Prancis, Mampir Rumah Orang Demi Wudhu
-
Didier Deschamps Tetap Latih Timnas Prancis di Piala Dunia 2022
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari