Suara.com - Seorang anggota TNI Kopral Kepala berinisial EP diduga melakukan tindak kekerasan terhadap dua orang anak di bawah umur di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Nusa Tenggara Timur. Dengan dalih penegakan aturan protokol kesehatan, aksi dugaan penganiayaan itu dilakukan anggota Koramil Biboki Selatan itu di depan keluarga salah satu korban.
Kedua korban berinisial YN (17) dan MJ (17) mengalami luka yang cukup para hingga harus mendapatkan perawatan.
Berdasarkan laporan yang diterima Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/7/2021) lalu.
Ketika itu, BB (14), YN (17) dan MJ (15) sedang bermain biliar sekitar Pukul 18.00 WITA di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan.
“Tidak lama kemudian, datang EP selaku Babinsa Desa Tainsala, lalu mengambil gambar ketiga orang anak tersebut yang sedang bermain dan menghampiri dengan menanyakan satu per satu perihal nama, asal sekolah, kelas berapa, tinggal di mana dan siapa orang tuanya,” kata Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/8/2021).
Setelah mengetahui rumah ketiga anak tersebut, EP membawa dan mengarahkan mereka ke rumah YN. Rumah YN kebetulan tidak jauh dari tempat biliar. Saat hendak menuju rumah keluarga YN, BB ketakutan dan lari menghindar dari EP
Sesampainya di rumah keluarga YN, EP yang turun dari motornya langsung bertindak arogan dengan menendang motor milik YN. Saat bertemu dengan keluarga YN, EP menanyakan apakah mengenal kedua anak tersebut dan menunjukkan foto mereka saat sedang bermain biliar.
“Keluarga YN sempat meminta maaf, namun EK tiba-tiba memukul dengan begitu keras mulut YN hingga bibir bagian bawahnya pecah dan 2 (dua) buah giginya goyang,” ujar Fatia.
Kemudian, EP melanjutkan dugaan tindakan kekerasannya tersebut kepada YN dengan memukul 2 (dua) kali pada ulu hati hingga YN terjatuh. Lalu EP menginjak dada YN hingga dia meringis kesakitan. Sementatra MJ juga mengalami tindak kekerasan, ia dipukul pada bagian muka dan punggungnya.
Baca Juga: Anggota TNI Aniaya Pelajar di NTT Dalih Prokes, Pukul Ulu Hati hingga Injak Dada Korban
“Atas peristiwa kekerasan ini, kedua anak tersebut dirawat secara intensif di Puskesmas Manufui,” ujar Fatia.
YN diketahui kesulitan bernafas, sehingga harus menggunakan alat bantuan oksigen. Sedangkan MJ juga sedang dirawat dengan keluhan sakit di bagian ulu hatinya dan pusing.
“Terkait kekerasan yang dilakukan EP, pihak keluarga telah berupaya melaporkannya ke Polsek Biboki Selatan dan telah dilakukan visum,” imbuh Fatia.
Desak Diusut
Atas peristiwa itu, KontraS mendesak Kapolda Nusa Tenggara Timur memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan/penyidikan kepada EK yang merupakan anggota TNI dari kesatuan Kormail Biboki Selatan dan diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap 2 orang usia anak.
Kemudian meminta LPSK dan Pemprov NTT memberikan perlindungan khusus kepada para korban dengan memberikan pengobatan dan/atau rehabilitasi secara fisik, psikis dan sosial hingga pendampingan psikososial pada saat pengobatan sampai pemulihan.
Berita Terkait
-
Anggota TNI Aniaya Pelajar di NTT Dalih Prokes, Pukul Ulu Hati hingga Injak Dada Korban
-
Jurnalis Juga Pembela HAM, Kerap Mendapat Kekerasan meski Dilindungi Hukum
-
Kriminalisasi Pembela HAM di Era Pandemi: Ditangkap Dalih Langgar Prokes hingga Dicovidkan
-
Kontras Sebut Pembela HAM di Indonesia Sulit Dapatkan Perlindungan dari Regulasi Resmi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat
-
Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif
-
Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat