Suara.com - Selama tahun 2020, Vietnam dipuji sebagai salah satu negara yang berhasil dalam menangani penularan COVID-19. Namun, sekarang Vietnam sudah mencatat 4.000 kematian, termasuk 388 orang hari Selasa (10/08).
Peningkatan kasus karena varian Delta diikuti dengan meningkatnya angka kematian di Vietnam. Padahal negara itu saat ini sedang memberlakukan 'lockdown' yang ketat.
Sepanjang tahun 2020, Vietnam hanya melaporkan 1.500 kasus, namun sekarang jumlah kasus sudah melebihi 230 ribu, yang mayoritas terjadi selama dua bulan terakhir.
Sebelumnya, selama enam bulan pertama di masa pandemi, Vietnam menutup perbatasan internasional, menerapkan karantina ketat dan lockdown di mana-mana sehingga Vietnam tidak mengalami satu pun kematian.
Sekarang tercatat sudah ada lebih dari 4.000 kematian, termasuk 388 kematian pada Selasa (10/08).
Lebih dari 90 persen dari 230 ribu kasus yang dilaporkan merupakan kasus yang terjadi sejak bulan Mei lalu.
Minh Duc Pham, seorang peneliti senior di Burnet Institute di Australia mengatakan ada faktor kelengahan di balik situasi yang terjadi saat ini, mengingat Vietnam sebelumnya berhasil menangani penularan, dengan pelacakan ketat dan keharusan melakukan karantina.
Namun, menurut Dr Pham yang menjalani pendidikan medis di Vietnam dan pernah bekerja di Kementerian Kesehatan Vietnam, masalah utamanya adalah varian Delta.
"Penularan yang terjadi saat ini sudah melumpuhkan sistem layanan kesehatan Vietnam dan membuat layanan kesehatan sangat berada di bawah tekanan," katanya.
Baca Juga: Anggaran Pakaian Dinas Bima Arya dan Dedie Jadi Sorotan, Nilainya Mencapai Rp 322 Juta
"Sebelumnya, jika ada kasus, otomatis pasien langsung dibawa ke rumah sakit dan dirawat di sana."
"Namun, di gelombang saat ini, dengan angka harian lebih dari 5.000 dalam beberapa pekan terakhir, rumah sakit menjadi kewalahan."
Menurut media milik Pemerintah Vietnam, varian Delta pertama kali terdeteksi di negara itu pada akhir April.
Kota terbesar di Vietnam, Ho Chi Minh City, menjadi pusat gelombang penularan dengan angka lebih dari 100 ribu kasus beberapa pekan lalu.
Menurut Dr Pham, klaster terbesar terdeteksi di kawasan industri di kota tersebut di mana ribuan orang bekerja di dalam ruangan yang sempit.
Beberapa warga bahkan tidak bisa keluar rumah untuk belanja
Tú Anh Lê adalah seorang agen asuransi yang bekerja dari rumahnya di Da Nang, sebuah kota di Vietnam bagian tengah, yang sangat mengandalkan perekonomian dari pariwisata.
Berita Terkait
-
Anggaran Pakaian Dinas Bima Arya dan Dedie Jadi Sorotan, Nilainya Mencapai Rp 322 Juta
-
Formappi: DPR Gagal Hadir Bantu Rakyat Hadapi Pandemi Covid-19
-
Suster, Bolehkah Aku Bunuh Diri? Pandemi Ancam Kesehatan Jiwa Warga
-
CEK FAKTA: Rakyat Australia Demo Melawan Rencana New World Order?
-
Satgas Akui Data Pandemi Covid-19 di Indonesia Masih Bermasalah
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah
-
Benang Merah Dua Ledakan di Sekolah: Ketika Perundungan, Internet, dan Keheningan Bertemu
-
Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?
-
Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi
-
Peringati World Interfaith Harmony Week 2026, Ketua DPD RI Fasilitasi Dialog Tokoh Lintas Agama
-
Dianiaya karena Tolak Tambang Ilegal, Nenek Saudah Kini dalam Lindungan LPSK: Siapa Pelakunya?
-
Motor Roda 3 dari Program Atensi Kemensos Bantu Wak Keple Bangkitkan Usaha
-
Kasus Chromebook, Pakar: Kejaksaan Bongkar Siasat 'Regulatory Capture' untuk Dalih Nadiem Makarim
-
Basarnas Fokuskan Pencarian di Muara Pantai Sine, Wisatawan Malang Terseret Ombak Belum Ditemukan
-
Dalai Lama Buka Suara soal Namanya Disebut Ratusan Kali dalam Dokumen Rahasia Epstein