Suara.com - Momen emak-emak gemes melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan rumahnya viral di media sosial Twitter.
Emak-emak tersebut menyaksikan presiden Jokowi saat sedang meninjau program vaksinasi dari pintu ke pintu di Kabupaten Madiun.
Adegan itu diunggah oleh pemilik akun Twitter @MurtadhaOne, Jumat (20/8/2021).
Dalam video singkat yang dibagikan, terlihat dua orang emak-emak keluar dari dalam rumah. Keduanya memakai hijab dengan setelan santai.
Satu emak-emak menyapa Jokowi dengan melambaikan tangannya. Emak-emak yang lain merekam momen tersebut.
"Aaaa Pak Jokowi," teriak emak-emak berpakaian hitam sembari lari ke arah Jokowi.
Ia hampir memeluk Jokowi saking gemasnya. Sayangnya, langkahnya terhenti karena ia harus menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.
Wajah kedua rmak-emak itu terlihat sumringah menyaksikan orang nomor satu di Indoneisa ini lewat di depan rumahnya.
Setelah menyapa, Jokowi pergi dari rumah emak-emak tersebut untuk mengunjungi rumah-rumah yang lain. Unggahan ini viral di media sosial Twitter. Sedikitnya 1.300 pengguna Twitter menyukai video tersebut.
Baca Juga: Reaksi Istri Berubah Gegara Ketemu Suami Jualan Sambil Dorong Gerobak
"Detik-detik makemak gemes melihat pak Jokowi di depan rumahnya saat tinjau program vaksinasi dari pintu ke pintu di Kabupaten Madiun," tulis sang pemilik akun sebagai keterangan video.
Senang BIN Turun Tangan Vaksinasi Door to Door, Jokowi: Ini Jemput Bola
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah melaksanakan program vaksinasi door to door (dari pintu ke pintu) ke rumah-rumah masyarakat. Program tersebut kata Jokowi agar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan vaksin dari rumah.
"Utamanya, saya sangat mengapresiasi program door to door ini, karena memang ini adalah jemput bola, mendatangi masyarakat, datang ke kampung kemudian langsung divaksin di rumah masing-masing," ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi door to door di kawasan Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).
Jokowi menuturkan layanan vaksinasi gotong royong merupakan sebuah pelayanan yang sangat baik. Sehingga ia mengharapkan program vaksinasi baik untuk anak-anak dan vaksinasi door to door dapat mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia.
"Ini sebuah pelayanan yang sangat baik pada masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi. Kita harapkan dengan program vaksinasi untuk anak-anak kemudian door to door ini bisa mengurangi penyebaran covid 19 di negara kita," tutur Jokowi.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta melihat pelaksanaan vaksinasi yang digelar BIN di beberapa lokasi, telah berjalan dengan baik. Kedepan kata Jokowi, vaksinasi di sekolah, vaksinasi door to door bisa dilakukan di provinsi lainnya
"Saya melihat, meninjau program vaksinasi baik untuk yang di sekolah-sekolah maupun door to door yang dilaksanakan oleh BIN. Dan kita harapkan dari program yang dilakukan BIN ini betul-betul bisa berjalan dengan baik, tidak hanya di provinsi-provinsi yang telah dilaksanakan hari ini tetapi juga di hari-hari yang akan datang dilakukan," katanya.
Berita Terkait
-
Reaksi Istri Berubah Gegara Ketemu Suami Jualan Sambil Dorong Gerobak
-
Santer Isu Pemilu Diundur ke Tahun 2027, Pemerintah dan KPU Disebut Sama-sama Membantah
-
Ditinggal Orangtua Sebelum Wisuda, Wanita Minta Tolong Fotonya Diedit: Biar di Sana Bangga
-
Potret Spidometer Honda Revo Bisa Tembus 160 Km/jam, Endingnya Bikin Ngakak
-
Komentari Megawati, Rocky Gerung: Harusnya Kita Menangis Banyak Yang Tewas Karena Corona
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus
-
Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara
-
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
-
Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong