Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito mengapresiasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang turut membantu mengawasi jalannya pemilihan umum (pemilu). Kendati demikian, ia memberikan masukan kepada Bawaslu terutama terkait dengan sistem serta peningkatan kualitas aparat hukumnya sendiri.
Tito menilai kalau sistem teknologi yang dijalankan Bawaslu harus lebih diperbaiki yakni dengan mengawinkan metode manual dengan teknologi digital. Menurutnya penggunaan metode hibrid pada sistem Bawaslu dapat menghasilkan proses yang lebih cepat dan transparan.
"Bahwa sistem sebaiknya hybrid antara yang manual dengan penggunaan teknologi digital ini diperbaiki sehingga akan lebih cepat proses dan lebih transparan," kata Tito dalam acara Peluncuran Buku Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 secara virtual, Kamis (26/8/2021).
Selain itu, Tito juga menyinggung soal aparat hukum di Bawaslu di mana sangat berpengaruh pada efektivitas dari penegakan pelanggaran pemilu. Pada praktiknya, Bawaslu berdiri sebagai lembaga yang memiliki jejaring begitu luas.
Bawaslu sendiri berada di 34 provinsi, kemudian di kecamatan, kabupaten/kota dan tidak dipungkiri melibatkan banyak orang. Pertanyaan yang muncul dibenak Tito ialah bagaimana caranya menyamakan pemikiran orang-orang tersebut yang juga memiliki banyak perbedaan serta kepentingannya masing-masing.
"Sehingga ini bisa menjadi masalah di lapangan," ujarnya.
Mantan Kapolri tersebut lantas bercerita ketika dirinya menjabat sebagai Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya. Saat itu ia menemukan bagaimana hiruk pikuknya pemilihan komisioner Bawaslu di tingkat Kabupaten.
Menurutnya yang terjadi kala itu seperti sebuah pertarungan antara para kandidat yang ingin menaruh orang pilihannya supaya bisa menjadi komisioner. Praktik seperti itu sering terjadi dan tidak memungkiri terdapat transaksional di dalamnya.
"Nah, apalagi di tingkat kecamatan, jumlah kecamatannya adalah 5.000 lebih se-Indonesia kali sekian orang," tuturnya.
Baca Juga: Pakai Atribut Penegak Hukum, Jaksa Gadungan di Kota Semarang Diringkus
Tito lantas memberikan masukan bagaimana supaya hal tersebut tidak menjadi celah untuk terjadinya pelanggaran.
Terlebih aparat hukumnya dikatakan Tito memiliki kekuatan serta kewenangan yang dikhawatirkan menjadi alat untuk menyimpang atau abuse of power.
Guna mencegah hal tersebut, kata Tito, perlu ada kajian bagaimana memperkuat aparat hukum di Bawaslu untuk menjadi lebih kredibel. Pertama yang mesti dilakukan ialah membuat pola rekrutmen yang lebih transparan dengan persyaratan jelas.
Kemudian memberikan bimbingan teknis supaya para aparat hukum lebih memahami tugas-tugasnya. Setelah itu, Tito juga memberi masukan supaya Bawaslu membuat lembaga pengawas internal untuk mengawasi kode etik dari para aparat penegak hukumnya.
"Membangun satu kode etik dalam rangka untuk menbuat kepatuhan terhadap kode etik karena Bawaslu ini menjadi profesi. Kita ingin Bawaslu ingin menjadi profesi makanya kode etik harus ada, kode etik ini dikuatkan maka perlu dibuat juga dalam internal Bawaslu ada lembaga pengawas internal yang menegakkan kode etik itu."
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB
-
Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran
-
Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?
-
Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?
-
Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok
-
Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani
-
Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas
-
Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan
-
Jadwal Pemulangan Jenazah Prajurit Indonesia Korban Serangan Israel di Lebanon