Suara.com - Jenderal AS yang mengawasi evakuasi dari Afghanistan mengatakan Amerika Serikat akan “mengejar” para pelaku serangan di bandara Kabul jika mereka dapat ditemukan.
Melansir laman VOA Indonesia, Jenderal Kenneth ‘Frank’ McKenzie mengatakan serangan pada Kamis (26/8) itu diyakini telah dilakukan oleh pejuang yang terkait dengan afiliasi kelompok ISIS di Afghanistan.
Dia mengatakan serangan, yang menewaskan 12 tentara AS itu tidak akan menghentikan Amerika Serikat untuk melanjutkan evakuasi warga Amerika dan warga Afghanistan yang ingin meninggalkan negara mereka. Jenderal McKenzie memperingatkan masih ada ancaman keamanan “sangat aktif” di bandara di ibu kota Afghanistan itu.
“Kami memperkirakan serangan ini akan berlanjut,” katanya, seraya menambahkan bahwa komandan Taliban telah diminta untuk mengambil langkah-langkah keamanan tambahan untuk mencegah pemboman bunuh diri lainnya di perimeter bandara. Dia mengatakan tidak melihat indikasi bahwa Taliban membiarkan terjadinya serangan tersebut.
Evakuasi Tetap Berlanjut
Secara terpisah Menteri Pertahanan LLoyd Austin mengisyaratkan evakuasi akan dilanjutkan dan menyatakan “belasungkawa terdalamnya kepada orang-orang terkasih dan rekan-rekan satu tim dari semua yang tewas dan terluka di Kabul hari ini.”
“Teroris merenggut nyawa mereka persis pada saat para tantara itu berusaha menyelamatkan nyawa orang lain. Kami berduka atas kematian mereka. Kami akan mengobati luka-luka mereka, dan kami akan mendukung keluarga-keluarga mereka dalam keadaan yang pasti merupakan kesedihan yang menghancurkan ini. Tapi kami tidak akan terbujuk untuk meninggalkan tugas yang ada.”
“Melakukan sesuatu yang lebih sedikit – terutama sekarang – akan mencemarkan tujuan dan pengorbanan yang telah diberikan oleh para pria dan wanita ini kepada negara kita dan kepada rakyat Afghanistan,” kata pernyataan itu juga. (Sumber: VOA Indonesia)
Baca Juga: Puluhan Anggota Taliban Tewas Jadi Korban Ledakan di Luar Bandara Kabul
Berita Terkait
-
Puluhan Anggota Taliban Tewas Jadi Korban Ledakan di Luar Bandara Kabul
-
Serangan Bom di Bandara Kabul Afghanistan Bikin Joe Biden Murka: Kami akan Memburumu!
-
Seranga Bom di Bandara Kabul, Joe Biden Cemas Sampai Rapat 2 Jam: Kami Marah..!
-
Ledakan di Bandara Kabul Membuat Harga Emas Dunia Terkerek Naik
-
Inggris Evakuasi 13.000 Orang dari Afghanistan
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
KPK Pastikan Kembangkan Kasus Suap Impor Bea Cukai, Tunggu Fakta Persidangan
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dari Partai Apa? Ini Kronologi Kena OTT KPK
-
Ma'ruf Cahyono Terancam Dijerat TPPU, Uang Gratifikasi Dipakai Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU