Suara.com - Taliban kini benar-bear berkuasa di Afghanistan untuk kedua kalinya, namun tidak ada pemerintah yang terpusat di sana. Badan-badan PBB mengatakan, itu bermasalah.
Hanya saja, mereka menyatakan telah berbicara dengan Taliban dan kelompok lain selama beberapa dasawarsa tentang menjangkau rakyat yang membutuhkan bantuan.
Melansir laman VOA Indonesia, Rabu (1/9/2021), Juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Jens Laerke mengatakan, ia percaya pengalaman akan memungkinkan badan-badan bantuan itu mendapat sambutan yang diperlukan untuk melaksanakan operasi penyelamatan hidup rakyat di sana.
“Tentara AS telah pergi tetapi PBB tetap tinggal di sana, dan kami berjanji untuk tetap tinggal. Itulah yang kami katakan sejak awal, dan yang kami lakukan. Kami hanya mengingatkan Anda, kami telah mengirim bantuan kemanusiaan kepada sekitar delapan juta orang tahun ini saja. Jadi, saya pikir itu sebuah angka yang menunjukkan bahwa kamibenar-benar tetap berada di sana,” ujarnya.
PBB bertujuan membantu 16 juta orang tahun ini, termasuk 3,5 juta orang yang terpaksa mengungsi karena konflik. Namun PBB mengakui itu tidak mungkin karena baru menerima 39 persen dari permintaan bantuan kemanusiaan bernilai $1,3 miliar.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berhasil mengirim 12,5 ton pasokan medis ke bandara Mazar-i-Sharif di Afghanistan, hari Senin. Juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan, masih banyak yang dibutuhkan.
Harris mengatakan, WHO merencanakan dua pengiriman udara berikutnya pekan ini dari pusat logistik WHO di Dubai. Pihaknya juga sedang menjajagi pilihan lain untuk bisa mengirim lebih banyak ke negara itu.
“Cakupan pelayanan yang akan terdampak antara lain, imunisasi untuk anak, USG, perawatan setelah melahirkan, dan persalinan bagi ibu hamil. Perawatan bagi yang kekurangan gizi dan pusat perawatan COVID serta layanan penting lainnya juga akan terpengaruh. Diperkirakan penutupan setiap 50 sarana kesehatan bisa menyebabkan kematian lima perempuan lagi dan 58 lebih banyak anak balita setiap hari,” kata Harris.
Badan-badan bantuan mengatakan, kecemasan atas tragedi yang telah berlangsung di Afghanistan kini tidak terlihat lagi, setelah evakuasi dengan pesawat udara keluar dari Kabul berakhir.
Baca Juga: Olok-olok Pendukung Taliban, Arak Peti Mati Berbendera AS dan Nato
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi memperingatkan, krisis kemanusiaan yang jauh lebih besar baru dimulai. Ia mendesak agar negara-negara membuka perbatasan mereka untuk warga Afghanistan yang melarikan diri dari penganiayaan dan konflik serta bagi yang membutuhkan perlindungan internasional. (Sumber: VOA Indonesia)
Berita Terkait
-
Olok-olok Pendukung Taliban, Arak Peti Mati Berbendera AS dan Nato
-
Mahfud MD Klaim Pemerintah Bakal Sikat Habis Teroris di Tanah Air, Termasuk Taliban
-
Beredar Video Milisi Taliban Berseragam Militer AS Kuasai Bandara Kabul
-
Bahas Keselamatan Warganya, India Gelar Pertemuan Resmi Perdana dengan Taliban
-
Viral Video Pria Afghanistan Bergelantungan di Helikopter Blackhawk AS yang Sedang Terbang
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Viral Rasa Sayange Versi Satire, Lirik: Pemerintah NPD, Kebakaran Cuekin Aja Asal Fotonya Mengudara
-
48 Jam di Bangkok, dari Hunting Brand Lokal hingga Menyusuri Chao Phraya
-
Baru Selesai Overhaul, Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU Keluar Landasan Saat Uji Terbang
-
Ulasan Buku Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mengubah Hidupmu
-
5 Rekomendasi HP itel Murah RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Hujan Buatan Tak Selalu Berhasil, Pramono Minta Warga dan Industri Kurangi Pembakaran
-
Iran Akan 'Palak' dan Sita Kapal Lewat Selat Hormuz yang Bandel
-
Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI
-
Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan
-
Saksi Lihat Kepulan Asap Saat Pesawat Sukhoi Keluar Jalur, Nyaris ke Jalan Raya