Suara.com - Viral video di media sosial yang memperlihatkan detik-detik sopir ojek online berhasil menangkap pria yang mengaku debt collector yang membawa kabur motornya.
Kejadian tersebut diketahui terjadi di Jalan Meruya Ilir, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin (6/9/2021) sampai membuat heboh warga sekitar.
Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @updateinfojakarta, Selasa (7/9/2021), tampak sopir ojol yang mengenakan sweater berwarna putih bergelantungan dan terseret di jalanan saat berusaha menangkap pria yang membawa kabur motornya.
"Motor dibawa kabur debt collector ojol nekat gelayutan," tulis keterangan video, seperti dikutip Suara.com, Rabu (8/9/2021).
Meski sudah dihadang oleh sopir ojol, pria itu tetap menancap gas motor untuk kabur dari warga sekitar yang mengejarnya menggunakan sepeda motor.
Kejadian tersebut bermula saat sopir ojol dihadang oleh dua orang debt collector di depan kantor pos (Kebon Jeruk).
Kemudian, sopir ojol tersebut diminta oleh dua debt collector untuk ikut ke kantor dan membeli materai.
Saat sopir ojol membeli materai, tiba-tiba motornya dibawa kabur oleh salah seorang debt collector.
Beruntung, debt collector itu berhasil ditangkap warga dan kini telah diamankan.
Baca Juga: Sirkuit Mandalika Lombok Masih Tahap Penyelesaian, Viral Ada Kerbau Jajal Lintasannya
Para warganet yang melihat video tersebut lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka tak membenarkan tindakan debt collector tersebut.
"Saya nggak membenarkan aksi ini. Cuma debt collector juga kan pastinya kerja. Kalau nggak begitu pasti juga dia ditekan atasannya. Jadi mau gimana? Serba salah," komentar salah satu warganet.
"Dia yang nggak bayar orang lain kena pukul," tutur warganet.
"Ya baguslah akhirnya berurusan di kantor polisi. Debt coll dpt tanda tangan warga, ojol pastinya motor ditarik juga (bayar hutang woii)," tutur warganet.
"Tergantung, sekarang banyak debt collector ilegal, karena perusahaan leasing dengan gampang membocorkan data nasabah ke pihak ketiga atau pihak keempat yaitu mereka para matel, kedua sesuai peraturan ojk atau pun aturan pemerintah penarikan kendaraan harus sidang PTUN dan tidak dibenarkan penarikan di jalan," ujar salah satu warganet.
Berita Terkait
-
Sirkuit Mandalika Lombok Masih Tahap Penyelesaian, Viral Ada Kerbau Jajal Lintasannya
-
Menguak Sosok Wanita Pencuri Motor Viral di Solo, Nekat Nyolong Karena Terlilit Hutang
-
Fotografer Ungkap Cerita Pilu Pasangan Gagal Menikah, Alasannya Menyayat Hati
-
Sama-sama 'Teriak' ke Jokowi, Ini Beda Nasib Warga yang Memuji dan Mengeluh
-
Intip Kendaraan Elektrik BMW, Performa Setara Motor tapi Tampang Mirip Sepeda
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Pertemuan Prabowo dengan Taipan Dikritik: Kontradiktif dengan Semangat Lawan Oligarki!
-
Bukan Inisiatif Prabowo, Ahmad Khozinudin Sebut 5 Pengusaha Panik dan Minta Ketemu
-
Gus Ipul Desak Wali Kota Denpasar Tarik Ucapan Dinilai Menyesatkan Publik
-
Sarmuji Tegas ke Kader Golkar: Jangan Ada Jeruk Makan Jeruk di Koalisi
-
Ungkap Bobroknya Pilkada Langsung, Pengamat Singgung Perbaikan Sistem Pemilu
-
Noel Bongkar Teka-teki Parpol Tiga Huruf Berinisial 'K' di Kasus Korupsi K3 Kemenaker
-
Kelakar Prabowo Jawab Tuduhan Otoriter: Jangan-jangan Rakyat Ingin Itu Sedikit untuk Lawan Koruptor
-
Prabowo Tegaskan Berani Ambil Abolisi dan Amnesti: Hukum Jangan Jadi Alat Politik
-
DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman
-
Perempuan Mahardhika: Semakin RUU PPRT Tak Disahkan, Banyak Pekerja Rumah Tangga Mengalami Kekerasan