"Saya tidak bisa bicara. Saya hanya akan menangis," kata wanita itu.
Seperti banyak penduduk di Lawrence, sebuah kota kelas pekerja sekitar 48 km sebelah utara Boston dengan komunitas Hispanik yang kuat, akar Rosario menjalar ke Republik Dominika dan Puerto Riko, kata William Lantigua, mantan wali kota kota yang tahu keluarganya.
Rosario meninggalkan seorang ibu dan seorang adik perempuan.
Pada Sabtu, Maria Ogando bergabung dengan kerumunan yang berkumpul untuk memberi penghormatan kepada Rosario setelah berkendara satu jam dari Worcester, Massachusetts bersama keluarganya. Putrinya, Kayla yang berusia 9 tahun, mengenakan T-shirt dengan nama lengkap Rosario di bagian belakang.
"Dia adalah pahlawan dan saya sangat sedih melihatnya meninggal," kata Kayla. "Tapi saya akan selalu mengingat namanya dan apa yang dia lakukan untuk negara kita." (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Atlet Imigran Afghanistan Mengajar Karate di Cisarua Bogor
-
Taliban Umpamakan Wanita Tak Berhijab seperti Irisan Melon, Warganet Murka
-
Dua Jurnalis Afghanistan Ditangkap, Dianiaya Usai Liput Demonstrasi
-
Taliban Klaim Perempuan Tidak Bisa Jadi Menteri: Mereka Harus Melahirkan
-
Bandara Kabul Kembali Operasikan Penerbangan Komersial
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM