Suara.com - Sekelompok orang bersenjata berat membobol sebuah penjara di Nigeria pada Minggu (12/9) malam dan melepaskan 266 narapidana --hampir seluruh jumlah pesakitan yang berada di penjara itu, kata pihak berwenang.
Satu tentara dan satu polisi tewas dalam serangan itu dan dua sipir hilang, kata kementerian dalam negeri.
Para pembobol menggunakan alat peledak untuk menghancurkan pagar penjara berpenjagaan cukup ketat di Kabba, Negara Bagian Kogi di selatan Ibu Kota Abuja dan mulai melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan, kata pihak berwenang.
Hanya 28 dari 294 narapidana yang ditahan di penjara itu yang tidak lepas, kata kementerian dalam negeri.
Penjara itu, yang didirikan pada 2008 untuk menampung 200 narapidana, saat ini dihuni 244 tahanan prasidang dan 70 orang yang sudah dijatuhi hukuman.
Di Nigeria, orang-orang yang menjadi tersangka bisa ditahan bertahun-tahun sebelum disidangkan.
Sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia mengatakan penjara-penjara kerap kelebihan kapasitas dan bahwa prosedur hukum tidak efisien.
Kementerian dalam negeri mengatakan ada 15 tentara, 10 polisi, dan 10 sipir bersenjata yang bertugas melakukan penjagaan di penjara Kabba saat serangan pada Minggu terjadi.
Serangan pada Minggu itu merupakan pembobolan besar-besaran kedua yang terjadi di penjara di Nigeria tahun ini.
Baca Juga: Megahnya Pernikahan Anak Presiden Nigeria yang Picu Kontroversi, Souvenirnya Mahal!
Sebelumnya, sebuah penjara di Owerri di Negara Bagian Imo di Nigeria tenggara dibobol sekawanan orang bersenjata pada April. Para penyerang melepaskan lebih dari 1.800 narapidana.
Kepolisian menuding gerakan separatis terlarang, Indigenous People of Biafra (IPOB), sebagai pelaku pembobolan. Tudingan itu ditepis IPOB.
IPOB adalah kelompok yang melancarkan upaya untuk memisahkan beberapa bagian di kawasan tenggara dari Nigeria. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Menangis Tersedu-sedu, Yuyun Sukawati Minta Fajar Umbara Dihukum Berat
-
Yuyun Sukawati Menangis Sesenggukan, Minta Fajar Umbara Dihukum Berat
-
Fajar Umbara Divonis 2 Tahun Penjara, Yuyun Sukawati Tak Puas
-
Sineas Fajar Umbara Divonis 2 Tahun Penjara Terkait Kasus Penganiayaan Anak
-
Angel Lelga Lega Tak Lagi Berhubungan dengan Vicky Prasetyo
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun