Suara.com - Kekeringan terkait perubahan iklim sekarang lebih berbahaya daripada pandemi Covid-19 di Kenya. Di mana kekeringan terus melanda negara di belahan bumi Afrika Timur itu.
Melansir laman kantor berita Anadolu, Kamis (14/10/2021), Mohamed Abdi Rage, seorang penduduk Garissa yang merupakan salah satu wilayah yang paling terkena dampak, mengatakan, bahwa ada kebutuhan yang mendesak akan air dan padang rumput.
"Manusia dalam bahaya saat ini karena mereka hidup dari daging dan susu ternak mereka ... Mereka tidak memiliki makanan untuk ternak mereka, yaitu rumput jerami, dan mereka juga tidak memiliki air," katanya.
Ternak adalah tulang punggung perekonomian negara dan banyak orang yang sangat bergantung padanya, sehingga Rage mengatakan bahwa beberapa orang mulai melakukan bunuh diri karena kesulitan berkelanjutan yang disebabkan oleh kekeringan terkait perubahan iklim.
Pada 29 September, tiga minggu setelah pemerintah menyatakan kekeringan sebagai bencana nasional, Komite Penyelamatan Internasional mengatakan lebih dari 2 juta warga Kenya menghadapi kelaparan karena kurangnya curah hujan.
Selain hewan ternak, lanjut dia, tidak berbeda dengan satwa liar, karena beberapa video menunjukkan hewan liar hanya bergerak dan beberapa di antaranya bahkan tidak bisa berdiri karena lapar dan haus.
“Saat ini, kekeringan lebih parah, lebih lama. Tidak ada metode mitigasi yang ada… Otoritas lokal tidak cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan para penggembala,” kata Rage.
Butuh Bantuan
Membandingkan efek negatif dari pandemi Covid-19 dan kekeringan, terutama di bagian utara dan timur negara itu, Rage mengatakan: “Kekeringan terkait perubahan iklim lebih berbahaya daripada pandemi Covid-19. Virus adalah hal kecil bagi penggembala dibandingkan dengan kekeringan," tambahnya.
Baca Juga: Salahkan Perempuan yang Didorong dari Lantai 12, Tiga DJ di Kenya Dipecat
Rage mengatakan bahwa meskipun beberapa organisasi internasional dan LSM telah memberikan bantuan, dukungan ini jauh dari memenuhi kebutuhan.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pasokan bantuan untuk ternak dalam hal air dan padang rumput harus segera disediakan.
"Para penggembala di Garissa menempuh jarak yang jauh untuk mengakses air bagi hewan mereka yang sudah lelah, tetapi mereka tidak menemukan air dan tidak ada padang rumput," katanya.
Jika tidak ada intervensi yang dilakukan, Rage memperingatkan, dunia mungkin melihat migrasi internasional dan pengungsi internal pada tingkat yang lebih cepat dari yang diharapkan.
"Penting untuk mendapatkan bantuan eksternal sesegera mungkin," tegasnya. (Sumber: kantor berita Anadolu)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut