Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) internal membahas terkait tata kelola pinjaman online di Istana Kepresidenan pada Jumat (15/10/2021).
Hal ini dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate usai mengikuti ratas internal.
"Tadi di dalam rapat internal bersama bapak presiden dibahas dibicarakan secara khusus terkait tata kelola pinjaman online," ujar Johnny usai menghadiri ratas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (15/10/2021).
Untuk diketahui, baru-baru ini, aparat kepolisian menggerebek praktik pinjaman online (pinjol) ilegal PT Indo Tekno Nusantara (ITN) yang berlokasi di Green Lake City, Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2021)
Sebelumnya, polisi juga menggerebek kantor pinjol ilegal di Cengkareng, Jakarta Barat. Penggerebekan dilakukan pada Rabu (13/10/2021) siang kemarin.
Johnny mengatakan, dalam rapat tersebut, Jokowi menekankan tata kelola pinjaman online harus diperhatikan dan dilakukan dengan baik.
Pasalnya, kata Johnny, lebih dari 68 juta Rakyat Indonesia memiliki akun di dalam kegiatan finansial teknologi atau fintech. Selain itu, perputaran dana di fintech sekitar Rp 260 triliun.
"Bapak presiden menekankan betul bahwa tata kelola pinjaman online harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik mengingat telah ada lebih dari 68 juta rakyat yang mengambil bagian atau akun di dalam kegiatan finansial teknologi kita. Rp 260 triliun lebih omset atau perputaran dana ada di dalamnya," kata Johnny.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam ratas yang dipimpin Jokowi dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkominfo Johnny G Plate, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Baca Juga: Polda DIY Sebut Belum Ada Laporan Terkait Korban Pinjol di Jogja
"Tadi kami bahas tentang pinjaman online dipimpin bapak presiden, dihadiri Menko Perekonomian pak Airlangga, pak Jhonny Plate kominfo dan gubernur BI dan juga Kapolri," kata Wimboh.
Wimboh menuturkan, pinjaman online banyak memiliki manfaat karena memberikan pinjaman dengan cepat kepada masyarakat.
Meski berkembang dengan cukup bagus, Wimboh menyebut bahwa ada hal-hal yang harus diperhatikan agar masyarakat memahami pinjaman online.
"Pinjaman online ini kita tahu banyak juga manfaatnya di mana bisa memberikan pinjaman masyarakat cepat dan secara luas dan ini sudah berkembang cukup bagus tapi kita tahu tetapi ada hal-hal yang haeus jadi perhatian kita. Jangan masyarakat merasa terganggu dan tidak paham tentang adanya pinjaman-pinjaman online ini," tutur Wimboh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
-
UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan
-
Lansia Tewas Tertabrak KRL di Rawa Buaya Jakarta Barat, Identitas Masih Misteri
-
Tak Cuma Berebut Minyak dan Rute Dagang: Siapa Saja Kubu yang Berebut Uranium Iran?
-
BNI Dorong Kesetaraan Gender, Perkuat Peran Perempuan di Dunia Kerja dan Masyarakat
-
Panas! Iran Siaga Penuh Antisipasi Serangan Amerika Serikat
-
JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?
-
Kasus Pelecehan di Transportasi Umum, UPT PPPA Ajak Masyarakat Berani Bertindak
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan