Suara.com - Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Taiwan bagian timur laut pada pukul 13.11 waktu setempat Minggu (24/10/2021).
Menyadur Taiwan News Minggu (24/10/2021), Biro Cuaca Pusat (CWB) Taiwan mengungkapkan pusat gempa terletak 22,7 km dari Kota Yilan, pada kedalaman 66,8 km.
Taiwan menggunakan skala intensitas satu sampai tujuh, yang mengukur sejauh mana gempa dirasakan di lokasi tertentu.
Akibat gempa tersebut, gedung-gedung di Taipei dilaporkan bergetar. Namun, tidak ada laporan kerusakan apa pun akibat bencana tersebut.
Bencana gempa tersebut jika tidak memengaruhi jaringan listrik, kata operator yang dikelola negara.
Layanan transportasi metro Taipei sempat ditutup sementara untuk dilakukan pemeriksaan, namun dibuka kembali tak lama kemudian.
Beberapa pekerja dievakuasi di Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd, pembuat chip kontrak terbesar di dunia.
"Personil di pabrik TSMC di Taiwan utara dievakuasi sesuai prosedur perusahaan, dan semua sistem keselamatan berfungsi normal," katanya dalam sebuah pernyataan singkat.
Taiwan sering dilanda bencana gempa bumi karena terletak di dekat persimpangan dua lempeng tektonik.
Baca Juga: Data Terbaru Gempa Bumi di Salatiga, Terdapat 14 Kali Kejadian
Hualien, hotspot wisata yang indah, sempat diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR pada tahun 2018 yang menewaskan 17 orang.
Pada September 1999, gempa berkekuatan 7,6 SR menewaskan sekitar 2.400 orang dalam bencana alam paling mematikan dalam sejarah Taiwan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Terjebak Perdagangan Orang, 249 WNI Dipaksa Kerja 18 Jam di KambojaMyanmar
-
Anak Jurnalis Korban Pembunuhan Ngadu ke DPR, Soroti Ketimpangan Perlakuan Hukum Sipil dan Militer
-
Seskab Teddy Ungkap 8 Arahan Prabowo untuk Pimpinan TNI-Polri di Rapim
-
Wacana Prabowo Dua Periode Menguat, Begini Respons PKS Soal Pilpres 2029
-
NasDem Nilai Wacana Prabowo Dua Periode Masuk Akal, Approval Rating Hampir 80 Persen Jadi Dasar
-
Truk Terguling di S. Parman, Belasan Rute Transjakarta Terdampak Sore Ini
-
Pesan Prabowo untuk Thomas Djiwandono yang Resmi jadi Deputi Gubernur BI
-
Mantan Kepala LKPP Ungkap Aturan Harga E-Katalog dalam Sidang Dugaan Korupsi Nadiem Makarim
-
Ibu Korban Kecelakaan Maut di Singapura Masih Dirawat Intensif, Pengemudi Resmi Ditahan
-
Fakta Baru Kasus Pria Dikira Panggul Mayat, Biawak Gagal Dijual Dibawa Pulang Jalan Kaki