Suara.com - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nexus for Health, Environment, and Development (Nexus3) sempat mengungkapkan 32 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) masih menggunakan cat berkandungan timbal. Zat ini berbahaya bagi anak yang bermain di taman tersebut.
Terkait itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membanntahnya. Riza mengatakan saat ini semua RPTRA di Jakarta sudah tidak lagi menggunakan cat yang mengandung zat logam itu.
Riza mengatakan Pemprov DKI sudah menggunakan standar internasional dan memakai cat pada alat bermain anak yang kandungannya lebih aman
"Jadi sekali lagi, kami sudah menggunakan standar internasional, terkait kandungan timbal di RPTRA itu tidak ada," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/11/2021).
Hasil penelitian Nexus3 itu memang pernah dibuktikan pada tahun 2019 lalu. Namun, Riza memastikan saat ini hal itu sudah dievaluasi dan sudah mengganti semua cat pada RPTRA.
"Kandungan itu dari RPTRA sebelum-sebelumnya, tapi sudah diperbaiki untuk kepentingan kesehatan anak-anak kita," katanya.
Riza pun meminta agar para orang tua tak perlu khawatir lagi jika mengizinkan anaknya bermain di RPTRA. Ia menjamin saat ini semua bahan yang dipakai aman bagi kesehatan anak.
"Soal timbal itu sekarang sudah sesuai dengan standarnya," pungkasnya.
Baca Juga: Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19, Wagub DKI Imbau Warga: Kurangi Bepergian
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Menguatnya Dukungan Internasional Untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital
-
Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun
-
Polri Pastikan Blackout di Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebab Aslinya
-
Misteri Matematika 80 Tahun Terpecahkan! OpenAI Selesaikan Soal Geometri Paling Sulit di Dunia
-
Dari Dapur hingga Ladang: Bagaimana Krisis Iklim Memengaruhi Kehidupan Perempuan?
-
Bukan Mistis! Anggota DPR Ungkap Dampak Ngeri Hoaks 'Pocong Begal' bagi Ekonomi Warga
-
Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat
-
Piala Dunia 2026 dan Haji Jadi Jalan Damai AS-Iran? Negosiasi Disebut Hampir Rampung
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk