News / Nasional
Kamis, 11 November 2021 | 06:49 WIB
Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin di depan foto Usmar Ismail, pahlawan nasional baru (instagram/jokowi)

Suara.com - Momen perayaan hari besar nasional Hari Pahlawan sekaligus menjadi momen pengukuhan pahlawan nasional baru. Setidaknya dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Tahun ini, ada empat nama pahlawan nasional baru yang dikukuhkan.

Acara penyerahan gelar ini sendiri diadakan di Istana Bogor, dari negara yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, kepada keluarga almarhum pahlawan nasional.

Berikut daftar dan sedikit ulasan mengenai pahlawan nasional baru yang bisa kami sampaikan.

1. Usmar Ismail

Dikenal sebagai bapak perfilman Indonesia, beliau merupakan pria kel;ahiran Bukittinggi, 20 Maret 1921 silam. Usmar Ismail dijadikan pahlawan nasional baru yang berasal dari Jakarta, tempat beliau berkarya semasa hidupnya. Beliau meninggal dunia pada 2 Januari 1971 akibat sakit yang dideritanya.

Deretan film yang jadi karyanya adalah Pedjuang (1960), Asmara Dara (1958), dan yang jadi salah satu film pertamanya dan pertama di Indonesia adalah Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi) yang diproduksi tahun 1950.

2. Tombolotutu

Merupakan salah seorang raja di Kabupaten Parigi, Moutong, Sulawesi Tengah, jasanya dalam memimpin barisan melawan Belanda pada era penjajahan jadi dasar pemberian gelar pahlawan nasional.

Perlawanannya hingga memaksa Belanda menurunkan pasukan khusus yang disebut Marsose. Sebenarnya perjuangan menjadikan beliau pahlawan nasional sudah dimulai sejak 1990 silam, namun terkendala dokumen yang bisa jadi data primer.

Baca Juga: JM-PPK Peringati 10 November, Brokohan Untuk Pahlawan Kehidupan

3. ultan Aji Muhammad Idris

Sultan Aji Muhammad Idris. [Istimewa]

Berasal dari Kalimantan Timur, beliau merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Beliau gugur pada pertempuran dengan rakyat Bugi di Tanah Wajo, Sulawesi Selatan menghadapi penjajah Belanda.

Masa pemerintahannya cukup lama, setidaknya selama 43 tahun sejak tahun 1735 hingga 1778.

4. Raden Aria Wangsakara

Raden Aria Wangsakara sendiri dikenal sebagai tokoh yang mendirikan wilayah Tangerang. Menjadi keturuan dari Raja Sumedang Larang, Sultan Syarif Abdulrohman, beliau bersama saudaranya harus lari ke wilayah Tangerang setelah salah satu saudara kandungnya memilih memihak VOC.

Beliau kemudian gugur di tahun 1720, setelah sebelumnya sempat menyebarkan ajaran agama Islam dan memimpin pertempuran antara penjajah Belanda dengan rakyat Tangerang di Lengkong.

Load More