Suara.com - Pangeran Harry mengaku pernah memperingatkan bos Twitter, Jack Dorsey, mengenai kerusuhan politik di AS sehari sebelum penyerbuan maut di Washington DC terjadi.
Kerusuhan itu terjadi ketika gerombolan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Capitol di Washington DC pada 6 Januari 2021 demi menghentikan rapat pengesahan Kongres AS atas kemenangan Joe Biden pada Pemilu 2020.
"Saya memperingatkan Dorsey bahwa platform-nya memungkinkan penyerbuan itu dilakukan," kata Duke of Sussex melalui forum teknologi RE:WIRED di AS.
"Email itu saya kirim satu hari sebelum kejadian, kemudian itu terjadi dan saya belum mendengar kabar dari Dorsey sejak saat itu," lanjut Harry, ketika berbicara pada sesi tentang bagaimana sosial media berkontribusi terhadap disinformasi dan kebencian online.
Baca juga:
- Foto-foto penyerbuan Gedung Capitol oleh pendukung Trump
- Kongres AS kembali gelar sidang setelah pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol
- Para pemimpin dunia kecam kerusuhan di Gedung Capitol
Dorsey selaku CEO Twitter belum memberi tanggapan terkait ini.
Internet 'diwarani kebencian, perpecahan, dan kebohongan'
Pangeran Harry, yang kini tinggal bersama istrinya Duchess of Sussex di California, tampil sebagai pembicara tamu secara virtual pada Selasa.
Sesi pembicaraan ini terjadi dua minggu setelah sebuah perusahaan analisis data mengatakan bahwa 70% kebencian yang ditujukan kepada Duke dan Duchess of Sussex di Twitter berasal dari 55 akun.
Dalam sesi itu, Harry merujuk pada pengalaman pribadinya menghadapi ujaran kebencian online dan dari pers untuk menggambarkan bahwa perusahaan media sosial tidak banyak berbuat menghentikan penyebaran disinformasi.
Baca Juga: Pangeran Harry Janji Organisasi Miliknya Akan Nol Jejak Karbon pada 2030
Dia mengatakan internet "diwarnai oleh kebencian, perpecahan dan kebohongan".
"Itu tidak bisa dibenarkan," lanjut Harry.
Baca juga:
- Wawancara Pangeran Harry: 'Kekhawatiran terbesar saya adalah sejarah terulang kembali'
- Meghan Markle sempat merasa tidak ingin hidup lagi; siapa yang komentari soal warna kulit anaknya?
- Mundur dari Kerajaan Inggris, Pangeran Harry jadi pegawai di perusahaan AS
Sementara itu, investigasi atas insiden di Capitol masih berlanjut dengan lebih dari 670 orang didakwa karena terlibat.
Pada Selasa, komite kongres yang menyelidiki kerusuhan ini memanggil sejumlah pembantu terdekat Trump untuk menyampaikan bukti.
Di antaranya adalah mantan sekretaris pers Gedung Putih, penasihat kebijakan senior, dan asisten pribadi.
Penyelidikan itu juga tengah mencari tahu apakah Trump telah mengetahui penyerbuan itu sejak sebelum terjadi.
Lihat juga:
Berita Terkait
-
Segini Kekayaan Pangeran Harry yang Gelar Kerajaannya Bakal Dicabut
-
'With Love, Meghan' dan Transformasi Meghan Sussex di Netflix
-
Pangeran Harry Tegaskan Tak Akan Kembali ke Kerajaan, Ternyata Ini Alasannya!
-
Pangeran Harry dan Meghan Markle Disebut Sebagai 'Turis Bencana' Setelah Kunjungi Korban Kebakaran di California
-
Meghan Markle dan Pangeran Harry Siap Tampung Orang Terdekat yang Terpaksa Ngungsi Akibat Kebakaran LA
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!