Suara.com - Polisi akan memeriksa PT Wijaya Karya alias PT Wika terkait kasus pencurian besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kerugian terkait kasus ini.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan pemeriksaan rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
"Kita akan panggil untuk melakukan berita acara pemeriksaan untuk kerugian yang diderita korban dalam hal ini PT Wika," kata Erwin kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).
Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi. Mereka di antaranya sekuriti, sopir pick-up hingga warga.
Selain memeriksa sejumlah saksi, kata Erwin, penyidik juga masih berupaya memburu beberapa pelaku lain yang masih buron. Pemburuan terhadap mereka sebagai upaya untuk mengusut tuntas kasus ini.
"Akan kita gali dengan selengkap-lengkapnya peran masing-masing, motifnya serta ke mana barang itu kemudian dijual," katanya.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Timur sebelumnya menangkap lima pelaku terkait kasus ini. Kelimanya masing-masing berinisial R, SA, SU, AR, dan LR.
"Pada 30 Oktober 2021 jam 02.00 WIB dini hari terjadi pencurian besi milik PT Wika, dalam proyek kereta cepat. Dari hasil tersebut security PT Wika berusaha menangkap pelaku, tapi melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan jenis pickup yang di dalamnya ada besi hasil pidana," kata Erwin di Jakarta, Senin (8/11).
Berdasar hasil penyelidikan sementara, kompolotan pencuri ini diketahui telah beraksi beberapa kali. Total besi yang mereka curi mencapai angka ratusan ribu kilogram dengan kerugian ditaksir hingga Rp1 miliar.
Baca Juga: Pakar Minta Pemerintah Audit Keuangan Mega Proyek Kereta Cepat jakarta-Bandung
"Pelaku telah menjual sebanyak 111.081 kilogram. Ini sudah berlangsung enam bulan. Ini cukup mencengangkan," imbuh dia.
Berita Terkait
-
Viral Pencurian Motor di Masjid Ngawi Terekam CCTV, Warganet Doakan Pelaku Cepat Tobat
-
Sudah 3 Hari Sepeda Dicuri, Polres Tangsel Sebut Arief Muhammad Tak Buat Laporan
-
Beraksi di Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Sumut, Pencuri Motor Ditangkap
-
Istri Curi Uang Suami Selama Puluhan Tahun, Berdalih Bantu Keluarga
-
Curi Kabel Telkom Senilai Rp250 Juta, Polres Sukoharjo Bekuk 3 Pelaku
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak