Suara.com - Raja Thailand yang kontroversial, Maha Vajiralongkorn kembali terbang ke Jerman meski seruan reformasi terus berlanjut di negaranya.
Menyadur The Guardian Minggu (14/11/2021), ini adalah perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak protes pro-demokrasi meledak tahun lalu di Thailand.
Tabloid Jerman Bild melaporkan Vajiralongkorn tiba hari Senin di Bavaria, bersama rombongannya yang terdiri dari 250 orang dan 30 anjung pudel kerajaan.
Rombongan ini telah memesan seluruh lantai hotel bandara Hilton Munich selama 11 hari.
Masa tinggalnya yang lama di sebuah vila di Danau Starnberg Bavaria pada puncak protes anti-pemerintah tahun lalu, menjadi masalah diplomatik di Jerman.
Saat itu menteri luar negeri, Heiko Maas memperingatkan urusan luar negeri negara tidak boleh dilakukan dari tanah Jerman.
“Kami menjelaskan bahwa politik Thailand tidak boleh dilakukan dari Jerman,” kata Maas kepada Bundestag pada Oktober 2020.
“Jika ada tamu di negara kami yang melakukan urusan negaranya dari tanah kami, kami akan selalu ingin bertindak. melawan itu.”
Juru bicara luar negeri Jerman mengatakan Thailand telah meyakinkan mereka bahwa urusan negaranya ditangani oleh perdana menteri sementara raja tinggal di Jerman untuk urusan pribadi.
Baca Juga: Hadiah Ulang Tahun, Raja Thailand Angkat Selir Sineenat Jadi Ratu Kedua
Pengunjuk rasa di Thailand mengecam raja karena liburan panjangnya ke luar negeri. Mereka menyerukan perubahan untuk mengekang kekuasaan dan kekayaannya.
Demonstran berargumen bahwa raja harus melepaskan kendali atas dana kerajaan dan unit-unit penting tentara yang ada di bawah komandonya.
Mereka juga berpendapat bahwa undang-undang lese-majesty, yang melarang kritik terhadap keluarga kerajaan, harus dibatalkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer