Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin (22/1/2021), menyarankan warga mereka agar tidak bepergian ke Jerman dan Denmark karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di kedua tersebut.
CDC meningkatkan status peringatan perjalanannya ke "Tingkat Empat: Sangat Tinggi" untuk kedua negara Eropa itu dan memberi tahu warga Amerika agar mereka menghindari perjalanan ke Jerman dan Denmark.
Sementara Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan imbauan paralel (dengan CDC) untuk warga "Tidak Bepergian" ke kedua negara itu.
CDC saat ini mencantumkan sekitar 75 negara tujuan di seluruh dunia dalam daftar status peringatan perjalanan Level Empat.
Banyak negara Eropa masuk dalam daftar itu termasuk Austria, Inggris, Belgia, Yunani, Norwegia, Swiss, Rumania, Irlandia, dan Republik Ceko.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada para pemimpin partai konservatif bahwa langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan penyebaran virus corona di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu tidak cukup.
Merkel mengatakan bahwa tindakan yang lebih tegas perlu dilakukan, menurut berita Reuters pada Senin.
Jumlah kasus Covid-19 di Jerman telah melonjak, terutama di antara warga lansia yang telah menerima dua suntikan pertama vaksin Covid-19 pada awal 2021, dan di antara anak-anak yang tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi.
Pada awal November, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara Eropa harus berupaya lebih keras untuk mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut saat jumlah kematian dan kasus baru melonjak.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Lebih dari Setengah Kasus Baru Ada di Eropa
Tingkat penularan saat ini di 53 negara Eropa menjadi "keprihatinan besar" dan jumlah kasus baru mendekati tingkat rekor serta diperburuk oleh varian virus Delta yang lebih menular, kata Hans Kluge dari WHO memperingatkan.
"Kita harus mengubah taktik kita, dari bereaksi terhadap lonjakan COVID-19, menjadi pencegahan sejak awal," katanya.
Jerman telah memutuskan untuk membatasi sebagian besar kegiatan publik di area-area di mana rumah sakit dipenuhi pasien COVID-19.
Tetangga Jerman, Austria, pada Senin memberlakukan penguncian (lockdown) penuh setelah mengumumkan beberapa pembatasan baru pekan lalu.
Penjabat Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada Jumat (19/11) memperingatkan bahwa Jerman kemungkinan akan mengikuti langkah Austria itu.
CDC AS secara terpisah menurunkan status imbauan perjalanan COVID-19 dari Level Empat menjadi "Level Tiga: Rendah" untuk Israel, Aruba, Kepulauan Virgin AS, Curacao, dan Guadeloupe. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Link Download Twibbon Hari Guru Nasional 2021, Bagikan ke Guru Kesayangan Kamu
-
Kasus Covid-19 di Luar Negeri Melonjak, Menkes Budi Gunadi Sudah Antisipasi
-
Epidemiolog Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19 di Awal Tahun 2022
-
Harga Minyak Asia 'Dibayangi' Kesepakatan Pelepasan Cadangan Sejumlah Negara
-
Sudah Buka Wisata, Singapura Perketat Kembali Pembatasan Covid-19
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
-
Skandal Suap DJKA: KPK Dalami Peran 18 Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ini Daftar Namanya
-
Kabar Baik! Istana Percepat Hapus Tunggakan BPJS Triliunan, Tak Perlu Tunggu Perpres?
-
Gus Ipul Tegaskan Percepatan Sekolah Rakyat Nias Utara Prioritas Utama Presiden Prabowo
-
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin Hingga Purbaya Masuk Bursa Bakal Capres 2029