News / nasional
Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau Pulau Sekatung dan Pulau Laut, pulau yang berada di bagian terluar Indonesia, Rabu (24/11/2021). (tangkap layar)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau Pulau Sekatung dan Pulau Laut, pulau yang berada di bagian terluar Indonesia, Rabu (24/11/2021).

Mahfud ingin pulau-pulau kecil di Indonesia tidak luput dari penjagaan.

Mahfud dan Tito meninjau Pulau Sekatung dan Pulau Laut menggunakan heli dari KRI Semarang. Sebagai bagian dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), ingin melihat pos pam pulau terluar di sana.

"Kami sekarang akan terbang dengan heli ke Pulau Sekatung dan Pulau Laut itu bagian dari pulau kita yang terluar," kata Mahfud seperti yang disiarkan melalui YouTube Kemenko Polhukam, Rabu.

Baca Juga: Aset Milik BLBI Akan Dihibahkan ke Pemkot Bogor

Mahfud menuturkan, bangsa Indonesia sudah sepatutnya bangga memiliki 17.504 pulau. Di samping rasa bangga, bangsa Indonesia juga sudah seharusnya menjaga keutuhan wilayah tersebut.

"Bangsa Indonesia harus bangga dan harus menjaga keutuhan wilayah ini karena kita punya 17.504 pulau di seluruh Indonesia termasuk pulau-pulau kecil yang harus kita jaga seperti Pulau Sekatung dan Pulau Laut," tuturnya.

Apalagi ia menyebut pulau-pulau kecil yang berada di bagian terluar Indonesia jarang sekali dibicarakan publik.

Dengan demikian, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menegaskan kalau tidak boleh satu pun tanah, pulau atau perairan hilang dari kedaulatan negara.

"Ini kita kerjakan setiap hari untuk menjaga kedaulatan negara republik Indonesia, dengan semboyan bahwa tanah atau pulau atau perairan tidak boleh sejengkal pun hilang dari kekuasaan dan kedaulatan hukum kita, kedaulatan politik kita dan kedaulatan teritori kita," ujarnya.

Baca Juga: Tak Boleh Bicarakan Penyelidikan Terduga Teroris, Mahfud MD: Nanti Lari Semua Jaringannya

Komentar