Suara.com - Dua bocah remaja di India Utara tewas terlindas kereta api dan saat jenazahnya ditemukan, ponsel keduanya masih memainkan game PUBG.
Menyadur Independent Rabu (24/11/2021), dua bocah pamit ingin jalan-jalan pagi pada keluarganya dan mereka ditabrak oleh kereta barang yang melintas.
Menurut polisi, kecelakaan yang terjadi Sabtu pagi itu melibarkan kereta jalur Mathura dan Kasganj di negara bagian Uttar Pradesh utara.
"Kami tak tahu persis kereta mana yang lewat saat kecelakaan itu terjadi," kata Shashi Prakash Singh, petugas polisi dari kantor polisi Jamunapar, kepada kantor berita IANS.
Singh menambahkan salah satu ponsel rusak dalam kecelakaan itu dan yang lain masih menjalankan game PUBG.
Polisi dipanggil oleh orang yang lewat yang melihat mayat anak laki-laki itu sekitar pukul 7 pagi, kata laporan Times of India, menambahkan tidak ada saksi mata.
Para korban diidentifikasi sebagai Gaurav Kumar dan tetangganya Kapil Kumar, keduanya siswa berusia 14 tahun di sekolah yang berbeda.
Gaurav belajar di Sekolah Umum Guru Nanak Dev, sedangkan Kapil adalah siswa di Sekolah Menengah Atas Akademi Pendidikan BGB Braj.
Ayah Gaurav, Rahul Kumar mengatakan ponselnya diambil oleh putranya saat jalan pagi. Keduanya tinggal sekitar 100 meter dari satu sama lain, kata laporan.
Baca Juga: Ada Puluhan! Klaim Kode Redeem PUBG Mobile 24 November 2021
“Hari ini adalah hari pertama dia jalan-jalan dan saya ingin dia menjadikannya rutinitas, tapi sekarang dia pergi,” kata Kumar, yang menjalankan bisnis susu.
“Kami tidak tahu tentang game online ini. Jika saya menyadarinya, saya tidak akan pernah memberinya ponsel,” kata ayah Kapil, Sanjay Kumar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel
-
Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Kawal Akurasi Data Penerima Bansos dari Tingkat Desa
-
Microsleep Picu Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Koridor 13, Pramono Minta Operator Disanksi
-
Aktivis UNY Perdana Arie Resmi Bebas dari Lapas Cebongan, Tegaskan Tetap Suarakan Keadilan
-
KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Pramono Stop Izin Bangun Lapangan Padel di Pemukiman, yang Sudah Buka Operasional Sampai Jam 20.00
-
Sidang Praperadilan Perdana Gus Yaqut Digelar, KPK Absen dan Ajukan Penundaan Sidang
-
Aksi Koboi Curanmor Jakbar Berakhir di Cikupa, Polisi Sita Senjata Api Rakitan dan Peluru Tajam
-
PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
-
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah