Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, membantah ketuanya menyebut secara eksplisit terdapat anggota aktif TNI yang memberikan informasi terkait Moeldoko.
Bila kubu Moeldoko menyebut Panglima TNI harus memberikan klarifikasi, Herzaky menilai itu justru merupakan tuduhan serius. Ia mendesak kubu Moeldoko meminta maaf.
"Sebaiknya segera meminta maaf, karena Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah tegas menyatakan profesionalitas dan netralitas TNI. Institusi TNI selama ini selalu terjaga netralitasnya. Keterlaluan sekali Rahmad ini menuduh Panglima dan institusi TNI," kata Herzaky, Sabtu (27/11/2021).
Herzaky menepis tuduhan kubu Moeldoko bahwa 'senior TNI' yang disebut AHY adalah anggota aktif angkatan bersenjata RI.
Meski tak menyebut nama, Herzaky menegaskan 'sosok pembisik' itu adalah para purnawirawan TNI alias bukan tentara aktif.
"Yang memberikan masukan kepada Ketum PD AHY mengenai Moeldoko selama ini adalah para senior purnawirawan TNI, termasuk seniornya Moeldoko. Sama sekali tidak ada perwira aktif TNI."
Herzaky melanjutkan, "Rahmad jangan mengada-ada dan menuduh Panglima TNI." Dia lantas melontarkan pernyataan pedas, "Janganlah kebiasaan gerombolan KSP Moeldoko melakukan abuse of power, melanggar aturan, menabrak norma-norma kepatutan dan kepantasan, kembali dibawa-bawa karena gagal total di pengadilan."
Sebelumnya, dalam video pidato yang ditayangkan di kantor DPP Demokrat, Rabu (24/11), AHY mengakui bersyukur PTUN Jakarta menolak gugatan Moeldoko - Jhonny Allen Marbun terkait pengesahan Kongres Luar Biasa Deli Serdang.
AHY mengatakan, putusan itu adalah tanda kemenangan rakyat dan demokrasi di Indonesia. Ia kembali menegaskan, sejak Moeldoko mengatakan tidak berminat mengambilalih kepemimpinan PD tapi tiba-tiba menggelar KLB, maka upaya itu tak bisa dianggap main-main.
Baca Juga: Kabarkan Kondisi SBY Usai Operasi Kanker Prostat di Amerika, AHY Selipkan Pesan Haru
Selain mengungkapkan rasa syukur, AHY juga mengakui sudah mendapatkan masukan-masukan dari seniornya di TNI tentang ambisi Moeldoko.
"Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI, KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai. KSP Moeldoko akan melakukan langkah apa pun, bahkan menghalalkan segala cara, termasuk upaya yang senior saya katakan, yaitu membeli hukum," kata AHY.
Namun, dalam kasus kisruh Demokrat, AHY berkeyakinan hukum akan tetap tegak dan tak akan bisa dibeli selama pihaknya terus berjuang atas nama kebenaran.
"Itulah yang tidak dimiliki oleh KSP Moeldoko dan orang-orang yang berusaha menjerumuskannya ke dalam jurang kehancuran. Bukan hanya saya pribadi yang berusaha memahami mengapa KSP Moeldoko, yang sebenarnya adalah senior saya di TNI ini, mudah dijerumuskan oleh orang-orang mabuk kekuasaan."
AHY lantas mengklaim, banyak seniornya di TNI yang mempertanyakan sepak terjang Moeldoko terhadap Demokrat.
"Terkait hal ini saya serahkan kepada KSP Moeldoko sendiri untuk menjawabnya," kata AHY memungkasi.
Berita Terkait
-
Kabarkan Kondisi SBY Usai Operasi Kanker Prostat di Amerika, AHY Selipkan Pesan Haru
-
Pesan Sedih AHY Lihat SBY Sakit Kanker Prostat: Rawatlah Orang Tua...
-
Ogah Pusing soal Tudingan Kubu Moeldoko, Sekjen Demokrat: Semuanya Cuma Pembodohan
-
Sowan ke Wapres Ma'ruf Amin, Panglima TNI Andika Laporkan Soal Keamanan Papua
-
Sebut Putusan PTUN jadi Wake Up Call, AHY: Jangan Ada Lagi Niat Ambil Alih Partai!
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden