Suara.com - Sepanjang tahun 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima laporan penerimaan gratifikasi dari penyelenggara negara mencapai 1.838 laporan. Di mana, total dalam bentuk uang dilaporkan mencapai Rp 7,48 miliar.
"Laporan gratifikasi yang telah ditetapkan tahun 2021 mencapai Rp 7,48 Miliar," ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam peringatan Hakordia 2021 di Gedung Merah putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dari total laporan gratifikasi mencapai Rp 7,48 Miliar, kata Filri sebesar Rp 1,8 miliar ditetapkan sebagai milik negara.
"Dan ditetapkan sebagai bukan milik negara Rp 5,6 Miliar dengan jumlah pelaporan gratifikasi sebanyak 1.838," ucap Firli.
Dalam peringatan Hakordia 2021 di Gedung Merah Putih KPK, hari ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Jokowi membuka acara puncak peringatan Hakordia. Ia, datang sekitar pukul 08.45 WIB. Ia, nampak mengenakan pakaian batik.
Kekinian Jokowi sudah meninggalkan Gedung Merah Putih KPK.
Sementara, untuk penutupan peringatan Hakordia di KPK akan ditutup langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Hingga kini belum nampak kehadiran Maruf Amin di KPK.
Baca Juga: Alasan Pelantikan 44 Eks Pegawai KPK Jadi ASN Polri Tepat Di Hari Antikorupsi Sedunia
Berita Terkait
-
Alasan Pelantikan 44 Eks Pegawai KPK Jadi ASN Polri Tepat Di Hari Antikorupsi Sedunia
-
Di Hadapan Jokowi, Firli Sebut Ada 1.291 Tersangka KPK Sejak Berdiri 2003
-
Novel Dkk Resmi Bergabung, MAKI Ancam Gugat Polri jika Tetap Ada Kasus Mangkrak
-
44 Eks Pegawai KPK Jadi ASN Polri, MAKI: Perlu Kebesaran Hati
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
Pilihan
Terkini
-
Sikat 21 Situs Judi Online Internasional, Bareskrim Sita Rp59 Miliar dan Ringkus 5 Tersangka
-
Dibalik Penangkapan Nicolas Maduro: Mengapa AS Pilih 'Surgical Strike' Ketimbang Invasi Total?
-
ISPA hingga Diare Dominasi Penyakit di Wilayah Bencana Sumatera, Menkes: Campak Paling Dikhawatirkan
-
Seorang Remaja di Rusia Serang Sekolah Usai Terinspirasi Aksi Bom SMA 72
-
Uji Coba Satu Arah, Beberapa Pengendara Masih Nekat Lawan Arus di Salemba Tengah
-
Hanif Dhakiri Sebut Kelakar Prabowo Soal PKB Harus Diawasi' sebagai Humor Politik yang Sehat
-
Sebut Sudah Ada Lobi Agar Dukung Pilkada via DPRD, Polikus PDIP: Sikap Kita Tak Akan Berubah!
-
Kebahagiaan Rakyat Jangan Berhenti Jadi Simbol, Harus Diiringi Kesejahteraan Nyata
-
Dihujani Nyinyiran, Prabowo Kasih Bukti Umumkan Swasembada Pangan 2025
-
Dikhianati Orang Dekat, Rahasia Jatuhnya Maduro Terungkap