Suara.com - Prajurit TNI Satgas Yonif 711/Rks memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga perbatasan RI-PNG dengan cara mendatangi rumah ke rumah di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami Jayapura, Papua.
Dikutip dari kantor berita Antara, Komandan Pos (Danpos) Mosso Letda Inf Samson Desius, Satgas Yonif 711/Rks dalam keterangan diterima, Senin (20/12/2021) menyatakan bahwa pengobatan gratis yang dilaksanakan Pos Mosso dipimpin Serda Teuku Muhammad Rivaldi dan Pratu Hardiman Purba di Kampung Mosso untuk membantu pemenuhan kebutuhan kesehatan terhadap warga Papua.
"Pengobatan yang dilakukan ini merupakan wujud kepedulian dan berbagi kasih kepada warga yang membutuhkan pertolongan dan pengobatan," jelas Letda Inf Samson Desius.
Ia melanjutkan, membantu warga yang tertimpa kesulitan merupakan bagian tanggung jawab Satgas TNI, apalagi jika mereka yang jauh dari fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau Rumah Sakit.
"Karena itulah kami datangi masyarakat dari rumah ke rumah untuk memberikan pengobatan gratis. Pelayanan kesehatan ini sangat berarti dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat," jelas Letda Inf Samson Desius.
Selain mendatangi warga, Satgas Yonif 711/Rks juga membuka pelayanan kesehatan setiap saat di depan Pos apabila ada warga yang membutuhkan penanganan dan pengobatan dengan cepat.
Dalam kegiatan pengobatan ini, keluhan dan gangguan kesehatan dari warga dapat dibantu Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Rks di antaranya ibu Percilia (56) yang mengeluhkan kepala pusing, Saiya (4) demam tinggi, dan La Odi (53) yang mengeluhkan sakit pada seluruh badan.
Ia berharap, dengan pengobatan yang diberikan ini, keluhan penyakit yang diderita warga dapat segera sembuh sehingga bisa beraktivitas dengan normal kembali.
"Selain itu, melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menciptakan hubungan kekeluargaan yang lebih kental antara Satgas TNI dengan warga dalam meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat," kata Letda Samson Desius.
Baca Juga: Terjun ke Industri Otomotif, Samsung Produksi Chip Khusus Mobil Listrik dan Swakemudi
Adapun warga perbatasan, La Odi mengucapkan rasa syukurnya atas pengobatan yang dilaksanakan Satgas TNI sekaligus memberikan obat untuk dirinya.
Tempat tinggal warga jauh dari rumah sakit sehingga terkadang tidak berobat apalagi kondisinya yang sudah tua.
"Saya sangat senang didatangi anggota Satgas, dan diberikan pengobatan secara gratis pula. Terima kasih Pak TNI atas kepeduliannya dalam mengobati warga. Kami sungguh bangga memiliki TNI yang baik hati," tukas La Odi berlinang air mata.
Berita Terkait
-
Pembangunan SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis di Papua
-
Prajurit TNI, Tangis Masyarakat dan Harapan Indonesia Emas 2045
-
Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras
-
Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?
-
Siswa Sekolah Rakyat Doa Lintas Agama Untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Safari Politik Lampung Sepi Massa? Jokowi Dinilai Tak Lagi Mampu Mobilisasi Rakyat Tanpa Alat Negara
-
Pakar UMY Soroti Pengisian Jabatan BUMN: Loyalitas Politik Dinilai Kalahkan Meritokrasi
-
Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru
-
Terungkap! Sikka Punya 30 Pub tapi Mayoritas Bodong, Jadi Sarang Eksploitasi Perempuan?
-
Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding
-
Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat
-
Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan