Suara.com - Sebanyak 512 anak-anak di Inggris dirawat di rumah sakit karena COVID-19 pada pekan hari libur jelang tahun baru yang dikenal dengan Boxing Day.
Menyadur Sky News Rabu (29/12/2021), angka-angka yang dirilis di keterangan virus corona pemerintah juga menunjukkan 59 balita dirawat di rumah sakit antara Hari Natal dan Boxing Day yang jatuh pada 26 Desember.
Selanjutnya 50 anak dalam kelompok usia yang sama dirawat dalam 24 jam sebelumnya. Tidak jelaskan, apakah kasus-kasus itu insidental atau salah satu dari mereka berada dalam kondisi serius.
Definisi yang digunakan untuk mengidentifikasi masuk rumah sakit dengan COVID-19 adalah jika seseorang dites positif terkena virus dalam 14 hari sebelum masuk atau selama mereka tinggal di rumah sakit.
Ini berarti, bisa saja seseorang masuk rumah sakit karena alasan non-COVID, dan kemudian dinyatakan positif.
Antara 19 Desember dan 26 Desember, 226 anak berusia enam hingga 17 tahun dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Selama periode yang sama, 286 anak balita juga dirawat.
Itu dibandingkan dengan 256 orang berusia 17 tahun ke bawah yang dirawat di minggu terakhir bulan November - 100 anak berusia di bawah lima tahun dan 156 anak berusia antara enam dan 17 tahun.
Pekan lalu, penasihat pemerintah mengatakan anak-anak SD yang rentan harus divaksin Pfizer dosis rendah. Diperkirakan sekitar 330 ribu anak termasuk dalam kategori ini.
Vaksin dosis rendah oleh Pfizer-BioNTech, yang sudah digunakan di negara lain, mengandung sepertiga dari dosis dewasa dan diberikan melalui dua suntikan yang diberikan dalam jarak delapan minggu.
Baca Juga: 5 Stadion Megah yang Menjadi Markas Tim Raksasa Inggris, Tertarik Mengunjunginya?
Dua dosis vaksin ditawarkan kepada anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun. Hingga saat ini, keputusan untuk memvaksinasi semua anak berusia lima hingga 11 tahun belum dibuat.
"Mayoritas anak-anak berusia lima hingga 11 tahun berisiko sangat rendah terkena penyakit serius akibat COVID-19," jelas ketua imunisasi virus corona JCVI, Profesor Wei Shen Lim.
"Namun, beberapa anak berusia lima hingga 11 tahun memiliki kondisi kesehatan mendasar yang menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi, dan kami menyarankan anak-anak ini untuk divaksinasi terlebih dahulu."
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet
-
Teror Bom Molotov! Rumah Advokat di Ciracas Diserang Dua Pria Misterius
-
Bagaimana Satelit Membantu Ilmuwan Melindungi Sungai dari Pencemaran dan Perubahan Iklim?
-
Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam
-
Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang
-
Sempat Hilang! Bripda Nopandri Ditemukan Tewas di Sungai Katingan Usai Gerebek Bandar Narkoba
-
Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari