Suara.com - Seorang kakek berusia 88 tahun berhasil mewujudkan mimpinya lulus kuliah dan wisuda bersama cucunya yang berusia 23 tahun.
Menyadur New York Post Kamis, (30/12/2021) Rene Neira berhasil menyelesaikan studinya setelah 7 dekade mendaftar perguruan tinggi.
“Ketika kami berada di atas panggung, saya merasa seperti diliputi emosi,” kata cucu perempuan Neira, Melanie Salazar, kepada Good Morning America di University of Texas di San Antonio.
“Semuanya diam. Saya tidak mendengar tepuk tangan, tapi saya diberitahu bahwa seluruh stadion terharu.”
Salazar menerima gelar sarjana seni di bidang komunikasi dan pada saat yang sama kakeknya mendapat gelar pengakuan di bidang ekonomi.
Tapi sementara Salazar mulai belajar untuk menjadi lulusan perguruan tinggi pada tahun 2016, perjalanan kakeknya dimulai bertahun-tahun sebelumnya.
“Sejak 1950-an, dia menuju gelar sarjana dan itu menjadi salah satu tujuan hidup dan impiannya,” kata Salazar.
“Tapi di tahun 50-an dia jatuh cinta dan menikah dan memulai sebuah keluarga, jadi dia tidak bisa langsung melanjutkan sekolah.”
Neira mengambil kursus di sana-sini selama paruh kedua abad ke-21, tapi mengambil kursi belakang untuk perannya sebagai ayah dari lima anak, aktivis masyarakat, suami dan karyawan bank lokal.
Baca Juga: Dipenjara, Janji Manis Jerinx SID ke Nora Alexandra Bikin Haru
Namun, setelah Salazar menyelesaikan sekolah menengah, Neira terinspirasi untuk bergabung dengannya dalam mendaftar di Universitas Texas di San Antonio.
Selama beberapa tahun terakhir, mereka tidak pernah berbagi kelas, tapi sering pergi ke sekolah dan belajar bersama — dan kemudian pandemi melanda.
Sekali lagi, impian Neira untuk mendapatkan gelar gagal, kali ini oleh kesehatannya dan perjuangannya untuk menavigasi kursus yang tiba-tiba jauh.
Salazar dan keluarganya meminta pejabat universitas memberi penghargaan pada kakeknya sebagai pengakuan atas usahanya, meskipun dia tidak menyelesaikan kredit yang cukup untuk mendapatkan gelar sarjana. Mereka setuju.
“Kami benar-benar mendorongnya karena kami berharap, karena kesehatannya menurun, dia dapat memiliki ingatan itu sebelum dia meninggal,” kata Salazar.
“Saya sangat bangga dengan kakek saya dan diriku sendiri. Saya sangat bersyukur bisa memiliki momen ini, kenangan ini, bersamanya.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Kemendagri Gandeng Lion Group Percepat Pemulihan Pemerintahan Aceh Tamiang
-
Dinas SDA Jakarta Bangun Tanggul Darurat di Lima Kawasan Rawan Tergenang Rob
-
Mendagri Minta Praja IPDN Terapkan Ilmu Pemerintahan Selama Bantu Daerah Bencana
-
Mendagri Lepas Praja IPDN, Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang
-
Hina Penumpang dengan Kata Kasar, Sopir Jaklingko di Jaktim Dipecat
-
Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Digugat ke MK, Mahasiswa Nilai Berpotensi Kriminalisasi Kritik
-
KUHP Baru Resmi Berlaku, Ini 5 Fakta Penting Pasal Kumpul Kebo yang Wajib Diketahui
-
UU Darurat Amnesti - Abolisi Digugat ke MK, Dinilai Beri Celah Kekuasaan Berlebih ke Presiden
-
Ancol Donasikan 10 Persen Penjualan Tiket Malam Tahun Baru ke Korban Bencana Sumatra
-
5 RT di Kepulauan Seribu Masih Terendam Banjir Rob Setinggi 20 Cm