"Kondisi kamarnya seperti ini sempit dan sudah tidak layak lagi untuk ditinggali," lanjut keterangan seraya merekam kondisi kamar.
Dapur di rumah anak tersebut juga tampak sempit. Mereka terlihat masih menggunakan kompor minyak untuk memasak.
"Ini kamarnya, ini dapurnya. Jadi kalau mau masak itu di sini," ucap pria ini sambil menjelaskan letak kamar dan dapur yang hampir menyatu.
Sejumlah pria ini lalu memberikan sebuah amplop kepada anak tersebut dan berpamitan untuk pulang.
"Kakak pulang ya. Ini buat kamu, buat makan," ucapnya sambil memberikan amplop.
Anak itu menerima amplop dari pria ini dan menyalami serta mencium tangannya sebagai tanda terima kasih.
"Adik ini butuh uluran tangan dari kita semua. Impiannya hanya sederhana, hidup di tempat yang leboih layak. Ingin melihat ibunya sembuh dari segala sakitnya," pungkasnya.
Menurut keterangan lokasi yang diberikan pengunggah video, rumah anak tersebut berada di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Melihat kondisi rumahnya yang memprihatinkan, warganet lantas menuliskan beragam komentar. Tidak sedikit warganet yang iba dengan kondisinya.
Baca Juga: Dikasih Set Panci Mahal, Pengantin Pria Remehkan Kado dari Teman: Sarjana Kasihnya Begini?
"Kalau melihat kayak gini saya suka bingung di mana RT RW dan Kadesnya. program dari pusat banyak sekarang untuk orang tidak mampu itu," tulis seorang warganet di kolom komentar.
"Kenapa gue pengen banget jadi orang kaya biar gue dapet bermanfaat bagi orang-orang seperti ini, doain saya biar usaha saya cepet maju ya," ujar warganet.
"Gak bisa berkata-kata melihat ini. Aku hanya bisa menangis. Mudah-mudahan ada yang terbuka hatinya untuk membantunya," tulis wargnet.
"Ya Allah. Semoga ada yang beri rumah yang layak untuk adek ini," sahut warganet lain.
"Kalau mau galang dana tuh seharusnya sama orang yang membutuhkan kaya gini, semoga ada orang yang berbaik hati pada kalian, panjang umur semuanya," imbuh yang lain.
Tidak sedikit pula warganet yang menyebut para artis dan pesohor Tanah Air dalam komentar untuk turut membantu anak tersebut.
Berita Terkait
-
Beri Kejutan di Resepsi Teman, Cewek Ini Malah Malu Sendiri, Publik: Ngakak sampai Kentut
-
Cowok Beberes Kamar sampai Sapu Jalan Raya, Ending 'Terbang' Bak Harry Potter
-
Cekcok dengan Ibunda, Perhatian Sang Adik ke Kakaknya Bikin Trenyuh 'Beruntung Punya Dia'
-
Orang Ini Nekat Suruh Jan Ethes Cucu Presiden RI Mijet, Publik: Parah Berani-beraninya!
-
Jual Es Degan, Tulisan Spanduk di Gerobak Pedagang Ini Bikin Salfok, Publik: Metal Banget
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional