Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru mengatakan tidak ada laporan resmi tentang kematian atau cedera akibat letusan gunung berapi di Tonga, karena komunikasi yang masih terbatas.
Tapi setelah letusan gunung terjadi, negara kepulauan Tonga dilanda tsunami setinggi satu meter. Para saksi mata mengatakan letusan juga membuat goncangan selama beberapa menit.
Biro Meteorologi Australia telah mengeluarkan peringatan laut di negara bagian New South Wales, Australia, juga Pulau Lord Howe dan Pulau Norfolk.
Di negara Chili, Kantor Darurat Nasional memerintahkan evakuasi di beberapa daerah pesisir karena ada tsunami berskala kecil.
Claudio Aldea, Deputi Direktur Operasi Kantor Darurat Nasional di Chili sudah meminta masyarakat di wilayah Coquimbo dan Los Rios mengungsi ke zona aman, setidaknya 30 meter di atas permukaan laut.
Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk Selandia Baru, Jepang, Hawaii, Alaska, dan pantai Pasifik di Amerika Serikat.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Grace Legge, Ahli Meteorologi Senior untuk Biro Meteorologi Australia memperingatkan situasinya akan tetap berbahaya dan berubah.
Letusan bawah laut jauh lebih sulit diprediksi daripada pola cuaca atmosfer atau gempa bumi, katanya.
Profesor Arculus mengatakan aktivitas gunung berapi dapat berlanjut selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tapi sulit untuk memprediksi kapan ledakan kuat lainnya akan terjadi lagi.
Baca Juga: Masuk Media Asing, 3 Orang Digulung Ombak Bono Jadi Berita Tsunami Tonga
"
"Ini mungkin belum berakhir," katanya.
"
Profesor Arculus mengatakan 'pumice' atau batu apung, yang merupakan batuan vulkanik ringan, akan mencapai pantai timur Australia dalam beberapa bulan ke depan.
Batu itu bisa mengapung, mudah hancur, dengan warna abu-abu dan penuh lubang.
Diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan dalam bahasa Inggris
Tag
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
-
KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan
-
Skandal 'Foto Palsu' di Laporan JAKI Terbongkar, Dishub Jaksel Janji Evaluasi Integritas Jajaran
-
Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin