Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan meminta Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin untuk memecat seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) karena menggunakan bahasa Sunda dalam rapat. Alih-alih mendukung, politisi Partai Gerindra Fadli Zon malah bangga dengan bahasa Sunda.
Fadli Zon mengaku bangga masih bisa menggunakan bahasa Sunda. Fadli sendiri berasal dari keturunan Minangkabau, Sumatera Barat.
Meski berdarah Minang, Fadli sempat mengenyam pendidikan dasar di SDN Cibeureum 3 Bogor, Jawa Barat. Bahkan, Fadli juga menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Dapil Jawa Barat V.
Karena itu, ia tidak asing dengan bahasa Sunda yang kerap digunakan di wilayah tersebut.
"Saya bangga masih bisa bahasa Sunda," kata Fadli melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon pada Kamis (19/1/2022).
Bukannya ikut mengkritik, Fadli malah berpendapat kalau bahasa daerah itu sudah seharusnya bisa disosialisasikan kembali. Ia tidak sepakat kalau bahasa daerah malah dilupakan dengan cara pelarangan-pelarangan seperti yang dilakukan Arteria.
"Justru seharusnya bahasa daerah disosialisasikan kembali, dihidupkan kembali, bukan ditiadakan," ujarnya.
Arteria Minta Kajagung Pecat Anak Buahnya
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mendapat kritik anggota DPR RI. Sebabnya gegara anak buah Burhanuddin, yakni Kepala Kejaksaan Tinggi berbicara dengan bahasa Sunda dalam sebuah rapat.
Baca Juga: Disentil Ridwan Kamil, Arteria Dahlan Bawa-bawa Sunda Empire
Adapun yang mengkritik Burhanuddin ialah anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan. Kritik itu disampaikan Arteria dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung.
"Ada kritik sedikit Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati pak dalam rapat dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti pak itu. Kami ini Indonesia pak," kata Arteria, Senin (17/1/2022).
Kata dia, dikhawatirkan apabila menggunakan bahasa daerah saat rapat, komunikasi jadi tidak lancar karena tidak mengerti. Karena itu Arteria meminta Burhanuddin malakukan penindakan.
"Nanti orang takut, kalau pakai bahasa Sunda ini orang takut, ngomong apa, sebagainya. Kami mohon yang seperti ini dilakukan tindakan tegas," ujar Arteria.
Dituntut Minta Maaf Ke Warga Sunda
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengimbau Arteria Dahlan agar segera meminta maaf kepada masyarakat Sunda yang berada di berbagai daerah di Nusantara.
Berita Terkait
-
Klaim PDI Perjuangan Hormati Orang dan Bahasa Sunda, Ono: Sejarah Bung Karno Itu dari Jawa Barat
-
Disentil Ridwan Kamil, Arteria Dahlan Bawa-bawa Sunda Empire
-
Picu Kemarahan Orang Sunda, Akun Instagram Arteria Dahlan Digeruduk Warganet
-
Dianggap Bisa Turunkan Suara Partai, Kader PDIP Kecam Pernyataan Arteria Dahlan
-
Tegas! Ridwan Kamil Ingin Arteria Dahlan Minta Maaf ke Warga Sunda
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh