Suara.com - Rusia mengerahkan ratusan kapal perang setelah menerima peringatan dari Joe Biden. Menyadur News Week Jumat (21/1/2022), ini termasuk lebih dari 140 kapal tempur dan pasokan, lebih dari 50 pesawat, 1.000 peralatan militer dan 10.000 prajurit militer.
Menurut kantor berita TASS, Angkatan Laut Rusia mengatakan melalui Kementerian Pertahanan Rusia akan melakukan latihan di semua zona tanggung jawab dari Januari hingga Februari.
“Latihan mencakup lautan yang menyapu Rusia dan juga wilayah Samudra Dunia yang sangat penting. Akan ada beberapa latihan di Laut Mediterania, Laut Utara dan Laut Okhotsk di Atlantik Timur Laut dan di Pasifik,” kata Kementerian Pertahanan.
Enam kapal serbu amfibi dari armada Baltik dan Utara meninggalkan pelabuhan Baltiysk pada 15 Januari menuju daerah yang ditunjuk untuk latihan mendatang.
Sehari sebelumnya, enam kapal perang amfibi Rusia dari armada Utara dan Baltik melewati Selat Inggris, menurut The Drive. Beberapa memprediksi kapal menuju Laut Hitam. TASS melaporkan kapal itu sekarang melintasi Laut Utara.
Pengumuman itu muncul setelah Presiden AS Joe Biden membuat komentar pada Rabu yang menunjukkan "serangan kecil" dari Rusia ke wilayah Ukraina dapat menghasilkan tanggapan yang lebih terukur dari Amerika Serikat dan sekutunya, menurut The Associated Press.
"Satu hal jika itu serangan kecil dan kami akhirnya harus berjuang tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan," kata Biden kepada wartawan selama konferensi pers di Ruang Timur, CNN melaporkan.
"Tapi jika mereka benar-benar melakukan apa yang mereka mampu lakukan dengan pasukan yang terkumpul di perbatasan, itu akan menjadi bencana bagi Rusia jika mereka menginvasi Ukraina lebih lanjut."
Biden mengatakan dia menarik garis pada "pasukan Rusia melintasi perbatasan, membunuh pejuang Ukraina," ketika kemudian diminta untuk mengklarifikasi makna "serangan kecil", menurut CNN.
Baca Juga: Bank Indonesia Disebut Jadi Korban Serangan Ransomware Rusia
Pada hari Kamis, Biden membuat komentar baru mengenai invasi Rusia ke Ukraina, AP melaporkan.
"Saya sudah sangat jelas dengan Presiden Putin," kata Biden. "Dia tidak salah paham: Setiap, setiap unit Rusia yang berkumpul bergerak melintasi perbatasan Ukraina, itu adalah invasi."
Dia menambahkan jika invasi terjadi, itu akan disambut dengan "respons ekonomi yang parah dan terkoordinasi".
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar