Suara.com - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago memandang ambang batas presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen menjadi salah satu kendala bagi Partai Keadilan Sosial (PKS) tidak juga memiliki calon presiden internal mereka sendiri.
Diketahui meski sudah empat kali mengikuti gelaran Pemilu dan Pilpres, PKS belum juga menghadirkan figur dari kalangan kader mereka sebagai calon presiden.
"Menurut saya ambang batas presiden, presidential threshold itu pertama menjadi kendala sudah pasti 20 persen itu. Karena 20 persen itu hitungannya cuma dua sampai tiga, dua partai itu enggak banyak tapi rata-rata hanya bisa tiga partai," tutur Pangi dalam diskusi rangkaian acara Rakernas PKS secara daring, Selasa (1/2/2022).
Hal lain yang menjadi hambatan PKS dalam mengajukan calon presiden mereka ialah berkaitan dengan lobi-lobi politik dengan partai di koalisi.
"Mungkin pelajaran bagi PKS bagaiamana lobi-lobi politik ini ternyata soal chemistry juga tapi walaupun dalam koalisi tidak sebatas ideologi tapi juga soal apa yang diuntungkan. Transaksional pragmatisnya," kata Pangi.
"Kadang-kadang koalisi juga menjawab pertanyaan kemungkinan menang. Jadi mereka berkoalisi kalau kalah enggak mau, harus menang," sambungnya
Persoalan itu, menurut Pangi harus ditangani dengan pengajuan calon yang memang memiliki kemampuan, baik dari sisi elektabilitas maupun popularitas.
Sehingga calon yang nanti diajukan itu memiliki daya jual kepada partai di koalisi untuk turut mendukung.
"Jadi kuncinya pada moncernya elektabilitas (calon) atau tidak. Nah kalau nanti itu terang lampunya itu semua partai juga merapat sebetulnya," tandas Pangi.
Baca Juga: Ogah Muluk-Muluk Capreskan Kader, PKS Pilih Realistis Target Posisi Cawapres di 2024
Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera menjawab mengapa mereka tidak pernah mencalonkan presiden dari kader internal selama perjalanan politik partai dalam mengikuti empat kali pemilihan umum.
Jawaban disampaikan Ketua DPP PKS Bidang Polhukam Almuzzammil Yusuf menanggapi pertanyaan dari Ketua DPP PKS Bidang Humas A. Mabruri dalam side event discussion dalam rangkaian acara Rakernas PKS.
Muzzammil mengatakan mengapa tidak ada calon sendiri dari PKS dalam gelaran pilpres lantaran tidak ada partai politik yang mau.
"Ya tadi kan kita bicara kolaborasi ya. Kita mengajukan calon kita, (misal) Bung Mabrur kita calonkan, ternyata partai lain nggak mau. Gimana coba?" kata Muzzamiil secara daring, Selasa (1/2/2022).
Mengingat proses pencalonan tidak bisa dilakukan PKS sendiri, melainkan kesepakatan koalisi.
"Namanya kolaborasi itu sama-sama sepakat, gak bisa dipaksain. Kalau kita paksain, gak bisa ikut kita. Makannya di situ ada dialog," ujar Muzzammil.
Berita Terkait
-
Rakernas PKS: Belum Usung Figur Pilpres 2024 tapi Siap Berkoalisi dengan Partai Lain
-
Aa Umbara Divonis 5 Tahun, PAN Usulkan Dona dan Cepram Jadi Pendamping Hengky Kurniawan
-
Ogah Muluk-Muluk Capreskan Kader, PKS Pilih Realistis Target Posisi Cawapres di 2024
-
Almuzzammil Yusuf Ungkap Bagaimana PKS Sulit Usung Kader Sendiri Menjadi Capres
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
-
Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan
-
1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
-
Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel
-
Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?
-
Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat
-
China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS