Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Santoso meminta Polda Sulawesi memproses oknum anggota polisi penembak Erfaldi, pemuda yang tewas saat demo menolak tambang emas.
Polisi diminta cepat menangkap pelaku lantaran titik terang mulai ditemukan. Sebagaimana pernyataan Komnas HAM, pelaku yang menembak Erfaldi diduga polisi berpakaian preman.
"Meminta kepada jajaran Polda Sulteng untuk dapat menemukan siapa pelaku penembakan itu agar terang benderang motif dari pelaku melakukan penembakan," kata Santoso kepada wartawan, Minggu (20/2/2022).
Santoso menegaskan, ke depan jajaran Polri tidak lagi sembarangkan melakukan penembakkan kepada warga. Terlebih kepada mereka yang jelas bukan merupkan pelaku tindak pidana, sebagaimana yang terjadi terhadap Erfaldy saat mengikuti demo.
"Tidak boleh ada lagi peluru Polri yang dibeli dari pajak yang rakyat bayarkan digunakan untuk menembak rakyat sendiri," katanya.
Diketahui, Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM RI Provinsi Sulawesi Tengah Dedi Askar menyebut pelaku penembakan demonstran Erfaldy mulai menemukan titik terang.
Pelaku adalah anggota polisi yang mengenakan pakaian sipil atau berpakaian preman, sebagaimana disampaikan Devisi Propam Mabes Polri.
"Pelakunya diduga kuat dilakukan oleh anggota Polisi setelah Propam Polda Sulteng dan Propam Polres Parigi Moutong melakukan pemeriksaan 17 personil anggota Polres. Serta mengambil sampel 20 pucuk senjata api dan 60 butir proyektil yang dibawa anggota Polres saat melakukan pengamanan demonstrasi berujung chaos di Desa Katulistiwa," kata Dedi kepada Suara.com, Sabtu (19/2/2022).
Erfaldy meninggal karena terkena peluru panas saat bentrokan warga dengan polisi saat aksi demonstrasi menolak tambang emas milik PT Trio Kencana. Keyakinan Dedi pelaku diduga anggota polisi setelah dicermati dengan baik posisi saat korban jatuh tertembak, kondisi luka dan temuan proyektil di tubuh korban.
"Keyakinan Komnas HAM terhadap pelaku penembakan setelah melakukan interview mendalam dalam penyelidikan yang dilakukan di lapangan," ujar Dedi.
Dedi menuturkan meski belum disampaikan secara detail, namun pernyataan yang disampaikan Kadiv Propam Mabes Polri bahwa pelaku anggota polisi membuat kasus penembakan yang menyebabkan Erfaldy (21) tahun tewas semakin terang benderang.
Kata dia, segala narasi, argumentasi yang kuat sekalipun atas peristiwa yang terjadi menjadi tidak berdasar setelah Kadiv Propam Mabes Polri merilis siapa pelaku penembakan Aldi.
"Sekalipun pada kesempatan tersebut Jenderal dengan dua bintang dipundaknya ini belum menyampaikan secara detail identitas pelaku, namun dia memastikan pelakunya adalah anggota Polisi yang berpakaian sipil," ucap Dedi.
Terkait tewasnya Erfaldi yang tertembak, Kadiv Propam Mabes Polri menegaskan, sanksi tak hanya berhenti pada anggota yang melakukan penembakan, namun juga Kasat dan Kapolresnya juga harus diproses.
Atas gerak cepat Polda Sulteng, Komnas HAM Perwakilan Sulteng mengapresiasi atas komitmennya memproses kasus penembakan Erfaldi. Selain itu, Kapolda Sulteng Irjen Polisi Rudi Sufaryadi berjanji untuk segera mengungkap pelaku.
Berita Terkait
-
Komnas HAM Meminta Polisi Transparan Dalam Penyelidikan Pelaku Penembakan Warga Tolak Tambang Emas di Parigi Moutong
-
Komnas HAM: Penembak Warga Tolak Tambang Emas di Parigi Moutong Adalah Polisi Berbaju Sipil
-
Komisi III DPR Temukan Dugaan Pelanggaran SOP, Polda Sulteng Segera Tindak Polisi Penembak Warga Parigi Moutong
-
Polisi Terlibat Penembakan Penolak Tambang Bakal Dipecat dan Dihukum, Komnas HAM Tunggu Janji Kapolda Rudy Gajah
-
Peluru yang Bersarang di Tubuh Erfaldi Diperiksa Puslabfor, Kasus Demo Berdarah di Parigi Moutong Naik Penyidikan
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
16 Sekolah Unggulan Garuda Dibuka, Salah Satunya di Sultra