Suara.com - Israel mengumumkan tidak akan kerja sama dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam investigasi dugaan pelanggaran terhadap warga Palestina, dengan mengatakan tindakan itu tidak adil dan bias terhadap Israel.
Israel secara resmi mengatakan pada Kamis (17/02), bahwa pihaknya tidak akan bekerja sama dengan komisi khusus yang dibentuk Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan terhadap warga Palestina.
Dalam surat yang dikirimkan untuk Navi Pillay, Kepala Komisi dan mantan Komisaris Tinggi PBB untuk hak asasi manusia, Israel menuding sikapnya bias.
Meirav Eilon Shahar, Duta Besar Israel untuk PBB dan organisasi internasional lain yang berbasis di Jenewa, menulis dalam surat tersebut, "Jelas bagi negara saya, bagaimana seharusnya pengamat berpikiran adil, tidak ada alasan untuk percaya, bahwa Israel akan menerima perlakuan yang wajar, adil, dan tidak diskriminatif."
Pillay, seorang hakim dari Afrika Selatan, sebelumnya telah membandingkan sistem apartheid di negaranya dengan situasi yang dihadapi warga Palestina di Israel dan juga mendukung gerakan boikot dan divestasi (BDS) dari Israel.
Keduanya merupakan serangan yang signifikan terhadapnya dalam pandangan Israel.
Apa itu Dewan HAM PBB?
Dewan Hak Asasi Manusia yang didukung PBB berbasis di Jenewa. Di antara 47 anggota Dewan Hak Asasi Manusia yang dikenal pelanggar hak asasi manusia, termasuk Cina, Kuba, Eritrea, Pakistan, Venezuela, dan beberapa negara Arab yang dijalankan oleh diktator. Selain daftar keanggotaan dewan yang janggal, setiap kali Dewan Hak Asasi Manusia bertemu, catatan hak asasi manusia di Israel selalu disebut. Kasus ini tidak terjadi di negara lain.
Mengapa ada komisi penyelidikan?
Baca Juga: Studi Israel Ungkap Kaitan Kekurangan Vitamin D dengan Tingkat Keparahan Sakit Covid-19
Pada Mei 2021, Dewan Hak Asasi Manusia PBB membentuk komisi tersebut setelah konflik 11 hari antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Letusan singkat permusuhan itu merenggut nyawa 260 warga Palestina dan 14 orang di negara bagian Israel.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, mengatakan serangan udara Israel di pusat-pusat populasi merupakan kejahatan perang. Beberapa organisasi internasional, termasuk Human Rights Watch, sependapat.
Bachelet dan Human Rights Watch juga mengkritik Hamas dan menuduh tembakan roket ke kota-kota Israel melanggar hukum perang internasional.
Israel telah membalas bahwa Hamas menggunakan daerah pemukiman untuk meluncurkan roketnya dan menyalahkan Israel atas korban yang ditimbulkan dalam serangan balasan.
Fokus dewan pada dugaan pelanggaran negara Israel dan narasi konflik yang muncul dari peristiwa Mei 2021, membuat dewan membentuk komisi untuk menyelidiki.
Apa mandat komisi penyelidikan?
Komisi penyelidikan menjadi sarana terkuat bagi Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk digunakan atas kebijakannya sendiri dan akan menyelidiki tuduhan pelanggaran terhadap warga Palestina di Israel, Gaza, dan Tepi Barat.
Komisi tersebut pasti akan menghadapi perjuangan berat seperti yang disampaikan dalam surat Israel, meskipun Israel telah lama menilai dewan tersebut dan PBB bias. Belum jelas hasil apa yang akan dicapai komisi, dengan perlawanan sengit yang ditunjukan Israel. bh/ha (AFP, AP)
Berita Terkait
-
IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026
-
Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo
-
Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli
-
Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max
-
Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Ole Romeny Dijatuhi Sanksi Berat KNVB, Fortuna Sittard Lepas Tangan
-
Enam Perusahaan Kena Sanksi, 1.511 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan
-
Dari Tepian Barito ke Atap Warga: Jeritan Bekantan yang Kehilangan Habitat
-
Pekan Ini! Hasil Lab Forensik Sutrimo Keluar, Akankah Polisi Tetapkan Tersangka?
-
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
-
Kecanduan Judi Slot, Pria di Pacitan Gask Emas Rp350 Juta Milik Lansia Saat Ditinggal Kondangan
-
5 Aturan Feng Shui untuk Rumah Posisi Hook di Perumahan Modern agar Hoki dan Harmonis
-
4 Shio yang Diprediksi Akan Hidup Lebih Baik Mulai 25 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
80,6 Persen Orang Indonesia Terhubung Internet, UMKM Ditantang Naik Kelas
-
Alam Cahayo Tuah Nagori Cerenti Jadi Juara Festival Pacu Jalur 2026