Suara.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, mayoritas masyarakat menolak penundaan Pemilu 2024. Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaganya.
Burhanuddin mengemukakan, sebagian besar pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin yakni 57,3 menolak penundaan Pemilu 2024. Sedangkan yang mendukung penundaan Pemilu dari pendukung Jokowi-Ma'ruf hanya 33,2 persen.
"Dukungan terhadap Pemilu sesuai jadwal juga bersifat multiparitisipartoral, bukan non pemilih pak Jokowi saja, tapi juga pemilih pak Jokowi. Yang setuju penundaan pemilih pak Jokowi cuma 33 persen," ujar Burhanuddin dalam diskusi publik bertajuk 'Meninjau Pandangan Publik dan Analisis Big Data soal Penundaan Pemilu' yang diadakan Perkumpulan Survei Opini Politik Indonesia (Persepi), di kawasan Senayan, Kamis (17/3/2022)
Pernyataan Burhanuddin menyusul wacana penundaan Pemilu kembali muncul usai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim, berdasarkan big data pemerintah, sebanyak 110 juta warga setuju Pemilu 2024 ditunda. Jumlah tersebut diklaim Luhut berasal dari pengguna media sosial.
Burhanuddin menuturkan, pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yakni 85,0 persen juga tidak setuju adanya penundaan Pemilu. Mereka yang setuju menyatakan, Pemilu harus tetap digelar pada 2024 mendatang.
"Apalagi pemilih pak Prabowo. Kesimpulannya baik pemilih Prabowo Jokowi sami'na wa Atho'na (kami dengar dan kami tata konsitusi," kata dia.
Selain itu, massa dari partai pendukung Jokowi, dari hasil survei juga setuju Pemilu digelar sesuai jadwal. Bahkan, kata dia, massa pendukung PAN juga menolak wacana penundaan Pemilu.
"Pertanyaan penting, kalau elite partai nggak suarakan basis massanya mereka suarakan aspirasi siapa? Kita lihat partai lain sama, PDIP mayoritas pemilu sesuai jadwal 2024. Jadi ini terlepas argumen mereka, basis dukungan publik bahkan pendukung mereka sendiri tidak ada dasar," ucap Burhanuddin.
Selanjutnya, sekitar 70 persen masyarakat yang sangat puas dengan kinerja Jokowi. Kendati demikian, mereka yang puas dengan kinerja Jokowi tak setuju penundaan Pemilu karena melanggar konstitusi.
Baca Juga: Luhut Ogah Buka Big Data, Langsung Disamber Pengamat: Pejabat Gak Boleh Sesumbar
"Mereka yang puas dan tidak puas kinerja Jokowi tidak setuju dengan penundaan Pemilu. Sama, meski masyarakat puas tetap ingin pemilu sesuai jadwal. Artinya masyarakat bisa berpikir komplek. Mereka puas tapi tidak serta merta setuju agenda yang dianggap langgar konstitusi," papar dia.
Selain itu, Burhanuddin memaparkan masyarakat yang puas dengan kinerja Jokowi, juga tidak setuju dengan isu perpanjangan jabatan presiden.
"Bisa dicek, di kalangan yang puas sekalipun 61 persen tetap ingin pemilu sesuai waktunya. Yang tidak puas, itu jauh tinggi. Dua-duanya sama pengin pergantian pemimpin nasional meski pandemi," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK