Suara.com - Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck berada di Doha mengupayakan peningkatan keamanan energi setelah invasi Rusia ke Ukraina. Sukses menjalin kesepakatan dengan Qatar, Jerman mengincar kerja sama energi dengan UEA.
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck pada Minggu (20/03) mengatakan, jika Jerman dan Qatar telah menyepakati kemitraan energi jangka panjang untuk membantu mengurangi ketergantungan pada gas Rusia.
Habeck melakukan kunjungan ke Doha bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. "Hari ini (kami) telah mengembangkan dinamika yang kuat,” kata Habeck, seraya menambahkan jika Emir telah menjanjikan lebih banyak dukungan daripada yang diharapkan Jerman.
"Meskipun kita mungkin masih membutuhkan gas Rusia tahun ini, di masa depan tidak akan begitu lagi. Dan ini baru permulaan,” kata Habeck. Qatar adalah salah satu dari tiga pengekspor gas alam cari (LNG) terbesar.
Proyek energi terbarukan Melalui kunjungan ini, diharapkan bisa mengamankan pasokan LNG untuk Jerman.
Habeck menyebut kesepakatan yang dicapai juga berfokus pada pengembangan proyek-proyek energi terbarukan dan langkah-langkah yang mempromosikan efisiensi energi. "Perusahaan yang telah datang ke Qatar dengan [Habeck] sekarang akan masuk ke dalam negosiasi kontrak dengan pihak Qatar,” kata juru bicara Kementerian Ekonomi Jerman di Berlin.
Berlin berencana membawa LNG onboard kapal ke negara itu. Namun, tidak ada terminal yang menerimanya karena ketergantungan lama pada gas pipa.
Jerman telah mengumumkan rencana untuk membangun dua terminal baru, tetapi tidak mungkin siap sebelum 2026. Pemberhentian berikutnya: UEA Perjalanan Habeck sekarang beralih ke Uni Emirat Arab (UEA), yang memposisikan ulang dirinya sebagai pusat hidrogen hijau.
UEA bisa membantu Jerman memenuhi tujuan jangka panjangnya untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih.
Baca Juga: Pasokan Gas Tercukupi, Pabrik Pupuk Iskandar Muda Kembali Beroperasi
Jerman sedang menjajaki cara untuk mendiversifikasi sumber gas alamnya sebagai upaya menjadikan negara itu tidak terlalu bergantung pada Rusia. Hanya saja, tidak seperti Amerika Serikat - yang telah melarang ekspor minyak Rusia, Jerman mengatakan akan membutuhkan beberapa bulan untuk mendiversifikasi pasokannya.
Berlin telah menangguhkan izin operasi pipa Nord Stream 2 yang baru, yang dimaksudkan untuk mengirimkan gas alam Rusia di bawah Laut Baltik ke Jerman.
Permintaan gas Rusia masih tinggi Asosiasi industri energi BDEW Jerman menyebut pada pekan lalu bahwa bagian Rusia dari pasokan gas Jerman pada Januari-Maret yang tidak dipublikasi secara resmi, tetap di 40 persen.
Para ekonom memperkirakan pada minggu lalu negara-negara Uni Eropa telah mentransfer lebih dari €13,3 miliar (Rp210,7 triliun) ke Rusia untuk minyak, gas alam, dan batu bara sejak perang dimulai. rw/ha (dpa, Reuters)
Berita Terkait
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
GEMPAR di Pasar Godean Dimeriahkan Tari Warok: Pengunjung Membludak, Omzet Pedagang Naik
-
Kecanduan Judi Slot, Pria di Pacitan Gask Emas Rp350 Juta Milik Lansia Saat Ditinggal Kondangan
-
5 Aturan Feng Shui untuk Rumah Posisi Hook di Perumahan Modern agar Hoki dan Harmonis
-
4 Shio yang Diprediksi Akan Hidup Lebih Baik Mulai 25 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
80,6 Persen Orang Indonesia Terhubung Internet, UMKM Ditantang Naik Kelas
-
Alam Cahayo Tuah Nagori Cerenti Jadi Juara Festival Pacu Jalur 2026
-
BUMN RI Pamer Inovasi Bata Interlock di Danantara Housing Expo, Apa Hebatnya?
-
Misi Darurat di Jantung Way Kambas: Tim Alfa TNI Terjun Jinakkan Api
-
Risiko Hipotermia dan Kekerasan Terhadap Anak di Pengungsian Gempa NTT
-
5 Tinted Sunscreen Ringan untuk Dipakai Olahraga Pagi, Nyaman dan Nggak Bikin Gerah