Suara.com - Sosok Indra Kenz dan Doni Salmanan dikenal publik sebagai ‘Crazy Rich’ atau orang kaya gila yang bergelimang harta. Mereka sering memamerkan diri ke publik dengan kehidupannya yang mewah.
Indra Kenz bahkan dikenal publik dengan jargonnya, ‘Wah Murah Banget,” saat dia mempertontonkan dirinya berbelanja barang-barang mewah seharga ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Namun kekinian, kehidupan mereka yang glamor runtuh seketika, sejak keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Kekayaan yang mereka miliki diduga berasal dari bisnis ilegal berupa judi online berkedok trading.
Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka pada pada 24 Februari lalu dan langsung mendekam di rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri. Berselang sepekan, Doni Salmanan, pada 8 Maret menyusul Indra Kenz berstatus tersangka dan juga harus merasakan dinginnya lantai tahanan.
Lantas bagaimanakah kehidupan mereka selama mendekam di rumah tahanan?
Kabag Tahti Rorenmin Bareskrim Polri, Kombes Gatot Agus Budi Utomo mengungkapkan, kedua Crazy Rich tersebut ternyata mendekam di sel yang berbeda bersama para tahanan lainnya.
Gatot mengatakan tidak ada perlakuan khusus bagi keduanya, meski dikenal sebagai Crazy Rich.
“Sama saja seperti tahanan yang lain tidak ada istimewanya.” kata Gatot saat dihubungi Suara.com pada Rabu (23/2/2022).
Kata dia, sejak mendekam di sel tahanan Indra Kenz dan Doni Salmanan tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi.
Baca Juga: 'Sultan' Doni Salmanan: Kalah Main Kripto, Tapi Menang Tipu Orang
“Kelihatannya mereka sudah adaptasi dengan suasana sel,”ungkap Gatot.
Bahkan untuk makanan, mereka mengkonsumsi hidangan yang sama dengan para tahanan lainnya. Makanan sederhana seperti tahu-tempe turut menjadi santapan mereka.
Meski demikian, Indra Kenz dan Doni Salmanan tidak pernah mengeluhkan makanan yang diberikan. Kata Gatot, keduanya juga pernah mengalami kehidupan yang susah, sebelum dikenal sebagai Crazy Rich.
“Mereka dulukan pernah hidup susah, jadi enggak masalah untuk urusan makan,” tandas Gatot.
Berita Terkait
-
Pernah Sepanggung dengan Indra Kenz, Rudy Salim Dikritik Gegara Ogah Disebut Crazy Rich
-
'Sultan' Doni Salmanan: Kalah Main Kripto, Tapi Menang Tipu Orang
-
Sisa Saldo Kripto Doni Salmanan Tinggal Rp 500 Juta, Masa Penahanan Indra Kenz Diperpanjang
-
Bukan Main, Indra Kenz Ternyata Minta Diskon ke Rudy Salim Saat Beli Tesla Model 3, Ini Buktinya
-
Indra Kenz Beda Sel dengan Doni Salmanan, Masa Penahanannya Diperpanjang
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar
-
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak
-
Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda
-
Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia
-
Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi