Suara.com - Seorang pejabat Ukraina memberikan keterangan bahwa pertempuran jalanan dan pengeboman berkecamuk di Mariupol yang dikepung pasukan Rusia pada hari Selasa (23/3/2022). Laporan tersebut disampaikan selang satu hari setelah penduduk Kota Mariupol menolak ultimatum dari Rusia untuk menyerah. Simak profil Kota Mariupol berikut.
Dilansir dari laman Reuters, ratusan ribu orang diyakini terperangkap di dalam gedung, tanpa akses makanan, air, listrik, atau panas.
Kantor berita Rusia RIA mengutip seorang pemimpin separatis menyebutkan bahwa pasukan Rusia dan kelompok separatis yang didukung oleh Rusia telah menguasai sekitar setengah dari kota pelabuhan itu. Lantas banyak yang penasaran dengan profil kota Mariupol.
Mengenal Profil Kota Mariupol
Kota Mariupol telah menjadi fokus pada perang yang meletus sejak 24 Februari ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim pasukannya menginvasi Ukraina.
Kota Mariupol ini terletak di Laut Azov dan penaklukannya memungkinkan Rusia untuk menghubungkan daerah-daerah timur yang dikuasai separatis pro-Rusia dengan semenanjung Crimea yang dianeksasi Moskwa pada 2014.
Kota ini memang sempat diduduki oleh pemberontak dari wilayah Donetsk yang memisahkan diri pada tahun 2014, tetapi kemudian direbut kembali oleh pasukan Ukraina.
Mariupol merupakan pelabuhan utama untuk ekspor biji-bijian dan baja yang diproduksi di Ukraina timur. Ini adalah rumah bagi dua pabrik baja, yang dioperasikan oleh Azovstal dan juga Illich, yang mempekerjakan puluhan ribu orang.
Kota Mariupol yang Kian Kritis
Baca Juga: Inflasi Rusia Capai Rekor Tertinggi dalam 7 Tahun Akibat Penurunan Nilai Tukar Rubel
Kota Mariupol mengalami kerusakan terparah akibat bom dan serangan Rusia. Kota ini adalah kunci kesuksesan operasi militer Moskow di Ukraina, tapi mengapa?
Ada beberapa alasan utama mengapa merebut kota pelabuhan Mariupol akan menjadi kemenangan strategis bagi Rusia, namun di saat bersamaan menjadi pukulan besar bagi Ukraina. Salah satunya adalah mengamankan koridor darat antara Crimea dan Donbas.
Secara geografis, kota Mariupol hanyalah wilayah kecil di peta Ukraina, tetapi sekarang penduduknya mati-matian mempertahankan kota itu dari kepungan pasukan Rusia.
Pasukan Rusia melaju ke arah timur laut, dari semenanjung Crimea, supaya bisa terhubung dengan para kamerad mereka, kelompok separatis di Donbas, Ukraina timur.
Jenderal Sir Richard Barrons, mantan panglima Komando Pasukan Gabungan Inggris, mengatakan bahwa merebut Mariupol sangat penting bagi Rusia.
Jika Mariupol direbut, maka Rusia akan memiliki kendali penuh atas lebih dari 80 persen garis pantai Laut Hitam di Ukraina. Sehingga akibatnya, perdagangan maritim Ukraina akan terhenti dan negara itu semakin terisolasi dari dunia.
Berita Terkait
-
Turis Rusia dan Ukraina Terdampar di Thailand Tak Bisa Pulang karena Perang
-
Bantu Pertahanan Ukraina, Inggris Beri 6.000 Rudal
-
Rusia dan Ukraina Bersatu di Bali: Berdamai Lewat Karya Seni Kaligrafi
-
Perang Ukraina: Cara Mata-mata Barat Mengetahui Isi Kepala Putin
-
Perang di Ukraina Redam Optimisme Turisme Vietnam dan Thailand
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?
-
Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran
-
Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke
-
KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Kasus Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR Maidi
-
DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar
-
Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?
-
252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani
-
DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye
-
Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah
-
Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran