Suara.com - Momen yang memperlihatkan dua santri sedang dihukum dengan disiram air comberan telah menjadi viral di media sosial.
Pasalnya, dua santri ini diduga telah ketahuan pacaran di pondok pesantren sehingga membuat mereka harus menerima hukuman.
Video yang memperlihatkan dua santri disiram comberan itu dibagikan oleh akun Instagram video_medsos, Sabtu (9/4/2022).
"Anak santri pasti paham nih," tulis keterangan unggahan dikutip Suara.com, Sabtu (9/4/2022).
Dalam video, terlihat santri perempuan dan santri laki-laki yang berjongkok bersebelahan di halaman pondok pesantren.
Mereka berjongkok di samping sebuah ember besar berwarna biru. Dua santri itu juga terlihat menunduk.
Di halaman pondok pesantren itu juga terlihat ada seorang pria yang diduga merupakan salah satu pengurus pondok pesantren tersebut.
Tidak lama kemudian, dua santri ini diguyur dengan air comberan berwarna hitam pekat dari ember besar berwarna biru itu.
Air comberan itu disiram oleh seorang pria dari sebuah ember berwarna hitam. Saat itu, santri perempuan yang berjongkok harus menerima hukuman disiram dengan air comberan.
Cairan berwarna hitam pekat itu langsung mengguyur tubuhnya. Ia juga terlihat menunduk saat dihukum dengan disiram air comberan.
Tidak lama kemudian, pria yang merupakan pengurus pondok itu kembali mengambil air dan menyiramkannya ke arah santri laki-laki.
Peristiwa itu juga disaksikan oleh santri-santri lain yang berada di pinggir halaman.
Selain itu, dalam video juga memperlihatkan ada beberapa santri yang berjongkok di sisi lain.
Tampaknya, mereka juga harus menunggu giliran untuk menerima hukuman disiram air comberan lantaran ketahuan berpacaran.
Momen para santri yang dihukum disiram air comberan itu lantas menuai beragam tanggapan warganet.
Berita Terkait
-
Video Yusuf Mansur Ngamuk Jadi Bahan Lawak, Diedit Jadi seperti Marah-marah saat Wawancara Kerja
-
Ibu Cari Pelaku yang Tendang Anaknya Lewat Toa Masjid, Warganet Salfok Ini
-
Video Viral Burung Pulang Bawa Uang Rp 50 Ribu untuk Pemiliknya, Publik: Gagak Ngepet!
-
Niat Bagi Makan, Wanita Ini Ditolak ODGJ dan Makanan Dilempar, Publik: Salah Target Pemasaran
-
Bus Trans Metro Pasundan di Bandung Dicegat dan Diancam Oknum Sopir Angkot, Videonya Viral
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!