Suara.com - Pengamat politik Dedi Kurnia Syah memberikan tanggapan mengenai Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang enggan membuka big data.
Seperti diketahui, Luhut telah didesak sejumlah pihak untuk membuka big data yang ia klaim.
Akan tetapi, Luhut tetap mengaku tidak mau membuka big data tersebut.
Dedi Kurnia Syah pun meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut turun tangan menangani Luhut.
"Seharusnya Presiden Jokowi mengambil sikap saat melihat gelagat kesewenangan Luhut," kata Dedi, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Sabtu (16/4/2022).
Jokowi diminta untuk menghentikan sikap Luhut yang dinilai arogan. Pasalnya, menurut Dedi hal tersebut dapat berpengaruh pada Jokowi.
Dedi mengungkapkan, minimal Jokowi menghentikan kekuasaan Luhut.
"Minimal Jokowi harus menghentikan kekuasaan Luhut. Sebab, dia berpotensi menyelewengkan kekuasaan atas nama membela Presiden," ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menambahkan hal tersebut berdampak buruk, khususnya terkait tata kelola pemerintahan.
"Jelas ini tidak baik bagi Presiden," ungkapnya.
Dedi Kurnia Syah kemudian menambahkan bahwa Luhut termasuk penyebar berita bohong.
Sebab, big data yang diklaim oleh Luhut tidak ada buktinya.
"Penyebar berita bohong yang berdampak pada stabilitas nasional, aksi demokrasi, dan menyulitkan pemerintah berkomunikasi dengan baik pada publik," ungkapnya.
Selain itu, ia berpendapat bahwa Luhut layak dipecat dari kabinet karena dinilai membuat keonaran.
"Luhut layak dipecat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tegas, Kaesang Pangarep Tolak Jokowi 3 Periode: Ga Usahlah
-
Empat Menteri Jokowi Ngaku Mau Nyapres, Mahfud MD: Tak Ada Larangan, Asal Bertanggung Jawab
-
Seorang Ibu Warga Karo Menangis Meraung-raung Tanah Adat Digusur, Bersujud Minta Tolong Jokowi hingga Panglima TNI
-
4 Menteri Jokowi Disebut Siap Nyapres 2024, Arsul PPP: Sepanjang Dia Tak Gunakan Fasilitas Negara Tak Perlu Dipersoalkan
-
Simak Lagi Pernyataan Jokowi soal Pemberian THR Lebaran, Gaji-13 ASN hingga Pensiunan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub