Suara.com - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, menanggapi kekerasan terbaru di kompleks Masjid al-Aqsa dengan "mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina".
Pernyataan itu disampaikan melalui akun Twitter resmi Kemenlu pada Sabtu (16/04) setelah terjadi bentrok antara warga Palestina dengan polisi Israel di kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem.
Lebih dari 150 warga Palestina terluka dalam bentrokan itu, kata tenaga medis di Palestina.
"Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan, apalagi dilakukan di tempat ibadah Masjid Al Aqsa di bulan suci Ramadan," tulis Kemenlu dalam twitnya.
Mesir dan Yordania yang merupakan penjaga situs suci itu juga mengecam tindakan Israel.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan khawatir akan tingkat kekerasan di Yerusalem.
Baca juga:
- Israel usir keluarga Palestina di Yerusalem Timur
- Orang Yahudi menyamar sebagai Muslim agar bisa beribadah di kompleks al-Aqsa
- Israel digolongkan sebagai negara apartheid oleh Amnesty
Kepolisian Israel mengatakan petugas masuk ke kompleks al-Aqsa setelah diserang dengan petasan, batu, dan benda lainnya.
Tiga polisi Israel terluka, kata mereka.
Kompleks al-Aqsa adalah situs yang sangat penting bagi Muslim dan Yahudi, yang menyebutnya Bukit Bait Suci (Temple Mount), dan berada di jantung perselisihan klaim sejarah.
Ketegangan Israel-Palestina memuncak baru-baru ini setelah serangan mematikan di Israel dan tewasnya warga Palestina dalam penggerebekan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Seorang warga Palestina berusia 17 tahun yang terluka pada hari Kamis (14/04) dalam operasi Israel di wilayah Jenin, Tepi Barat bagian utara, meninggal dunia pada hari Jumat (15/04), kata menteri kesehatan Palestina.
Lebih dari 20 warga Palestina, banyak dari mereka diidentifikasi sebagai orang bersenjata, telah tewas sejak Israel menggencarkan penyisiran di Distrik Jeni, Tepi Barat, setelah warga Palestina menewaskan tiga warga Israel di Tel Aviv, Kamis pekan lalu (07/04)
Serangan itu adalah serangan keempat di Israel yang dilakukan oleh warga Arab Israel dan warga Palestina hanya dalam dua minggu. Serangan tersebut menyebabkan 12 warga Israel dan dua warga Ukraina tewas, menandai periode serangan paling mematikan di Israel selama lebih dari 15 tahun dan telah membuat negara itu gelisah.
Baca juga:
- Memahami konflik Palestina-Israel berusia 100 tahun
- Museum Holokos di Minahasa: Apa yang jadi keberatan, Zionisme atau Yudaisme?
- Nasib Arab Israel: Orang-orang Israel yang diperlakukan sebagai warga kelas dua
Polisi Israel mengatakan puluhan warga Palestina, beberapa membawa bendera kelompok Hamas, berbaris di kompleks sekitar pukul 04:00 (08:00 WIB) kemudian mulai melemparkan batu dan petasan.
Polisi mengatakan mereka menunggu sampai salat Jumat selesai sebelum memasuki lokasi untuk membubarkan para perusuh, yang telah mulai melemparkan batu ke arah Tembok Barat di bawah kompleks, tempat para jemaat Yahudi berada.
Polisi Israel mengetwit video yang menunjukkan ledakan kembang api di dalam kompleks Masjid al-Aqsa, dan pemuda bertopeng melemparkan batu ke arah petugas.
Kementerian luar negeri Israel mencuitkan video yang menunjukkan warga Palestina bertopeng di dalam masjid Qibli (juga dikenal sebagai Masjid al-Aqsa) melemparkan benda-benda dengan suara ledakan diikuti oleh percikan api.
Kementerian luar negeri Israel membantah laporan di media sosial bahwa polisi memasuki gedung masjid selama kekerasan. Beberapa jam kemudian rekaman dari dalam gedung masjid menunjukkan polisi Israel dan warga Palestina di sana dengan pemandangan lebih tenang.
Waktu yang rawan
Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk tindakan Israel di kompleks itu, seraya menyebut Israel "bertanggung jawab penuh dan langsung atas kejahatan ini dan konsekuensinya".
Bentrokan terjadi setelah kelompok-kelompok militan di Gaza mengajak "ratusan ribu" warga Palestina untuk berkumpul di kompleks al-Aqsa itu pada hari Jumat (15/04) "untuk melindungi bangsa dan masjid kita".
Tahun lalu Hamas, yang menguasai Gaza, menembakkan roket ke Yerusalem menyusul bentrokan di kompleks masjid setelah berminggu-minggu kerusuhan di kota itu, memicu perang 11 hari dengan Israel.
Kompleks ini dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Syarif (Tempat Suci Yang Mulia) dan juga dianggap, secara keseluruhan, sebagai Masjid al-Aqsa. Ini adalah situs tersuci ketiga dalam Islam.
Tanah yang sama juga dianggap suci bagi orang Yahudi, bahkan merupakan situs paling suci dalam Yudaisme. Masalah hak di sana adalah salah satu masalah yang paling diperdebatkan dari konflik Israel-Palestina dan antara Israel dan dunia Muslim yang lebih luas.
Lonjakan kekerasan baru-baru ini terjadi pada saat yang sangat tidak stabil, dengan dimulainya festival Paskah Yahudi pada Jumat malam bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan festival Paskah Kristen.
Saat Paskah biasanya tejadi peningkatan kunjungan oleh orang-orang Yahudi ke situs tersebut, yang oleh warga Palestina sebagai provokatif.
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal
-
Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
-
Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP
-
Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Millwall di Liga Inggris, Timnas Indonesia Naik Kelas
-
Bagaimana Cara Melaksanakan Shalat Dhuha dengan Benar?
-
Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama
-
Flores Utara Paling Parah Terdampak Gempa NTT
-
Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa
-
5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam
-
6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal
-
Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?